Produsen otomotif asal Cina, BYD, merekrut mantan insinyur Nissan untuk mengembangkan kendaraan listrik ringkas bernama Racco. Langkah ini diambil untuk menembus pasar otomotif Jepang pada musim panas 2026.

Mobil listrik mungil tersebut dikembangkan dengan melibatkan Hirohide Tagawa, mantan insinyur Nissan.

>>> Rupiah Tembus Rp 17.000, Suzuki Mitigasi Dampak ke Industri Otomotif

Tagawa memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di Nissan dan sangat memahami pengembangan kei car sejak bergabung pada dekade 1990-an.

Rekam jejak Tagawa di Nissan mencakup kontribusi dalam perencanaan dan pengembangan model kei car populer seperti Nissan Dayz dan Nissan Sakura yang meluncur pada 2022.

Setelah meninggalkan pabrikan Jepang itu, ia kini resmi terlibat dalam proyek kendaraan listrik murni bersama BYD Auto Japan.

Kehadiran Racco menandai keseriusan BYD menggarap segmen kei car Jepang secara spesifik. BYD menyesuaikan produk dengan regulasi lokal terkait dimensi, tenaga, dan struktur perpajakan, bukan memakai platform global.

>>> Pemilik Mobil Eropa Pilih Antre Suku Cadang Copotan di Bengkel

Segmen mobil ringkas ini tetap populer di Jepang karena ukurannya efisien dan biaya kepemilikan rendah. Spesifikasi teknis BYD Racco dirancang khusus untuk mobilitas perkotaan Jepang.

Mobil ini mengemas baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 20 kWh dengan jarak tempuh 180 kilometer.

Kendaraan juga dilengkapi fitur pengisian daya cepat DC hingga 100 kW, sistem bantuan pengemudi level dua plus, serta pintu geser untuk akses di jalanan sempit.

Mobil listrik mungil BYD Racco dirancang khusus untuk memenuhi regulasi ketat Jepang, termasuk dimensi, tenaga, dan struktur perpajakan yang berlaku untuk segmen kei car.

>>> Komunitas Belajar Helm Ingatkan Bahaya Modifikasi Aksesori Berlebihan

Dengan pendekatan ini, BYD berharap dapat bersaing di pasar yang didominasi oleh pabrikan lokal.