Honda Brio bekas masih menjadi primadona bagi konsumen dengan anggaran terbatas. Mobil ini dikenal irit dan biaya operasionalnya rendah, cocok untuk mobilitas harian.

Meski begitu, calon pembeli perlu memahami penyakit bawaan yang kerap muncul pada unit bekas. Berikut beberapa masalah umum dan perkiraan biaya perbaikannya.

>>> Maxdecal dan Indonesia Subculture Satukan Modifikasi dan Tato di INKVERSE 2026

Masalah Kaki-Kaki dan Biaya Perbaikan

Elin Estanto, pemilik GK Auto Service Spesialis Honda Gunung Kidul, mengatakan bahwa Honda Brio generasi lawas jarang mengalami masalah serius.

Namun, usia komponen yang rata-rata mencapai 10 tahun membuat beberapa bagian perlu perhatian.

Kerusakan paling umum adalah kondisi kaki-kaki yang mulai aus. Jika tidak segera diganti, kenyamanan berkendara akan berkurang.

Biaya peremajaan kaki-kaki bervariasi, tergantung tingkat kerusakan, kualitas suku cadang, dan cakupan pengerjaan.

Total perbaikan kaki-kaki Brio lawas berkisar antara Rp 3,5 juta hingga Rp 7 juta untuk onderdil genuine.

Kebocoran Seal V-TEC

Komponen lain yang wajib diperiksa adalah potensi kebocoran pelumas di area V-TEC. Penggantian komponen karet sering diperlukan karena faktor usia.

Elin menjelaskan bahwa seal V-TEC pada Brio lawas biasanya sudah perlu diganti. Tandanya adalah adanya basahan oli di area tersebut, yang menandakan elastisitas karet menurun.

Biaya untuk mengatasi kebocoran seal V-TEC terbilang terjangkau, hanya sekitar Rp 200.000 untuk mengganti seal karet yang aus.

Masalah Lain pada Brio Bekas

Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor Solo, juga memberikan penilaian serupa. Menurutnya, Brio memiliki daya tahan baik dan biaya perawatan ringan, sehingga pasar bekasnya cukup bagus.

Beberapa keluhan yang sering ditemukan pada unit bekas antara lain suara asing dari roda depan akibat usia pemakaian atau sering melewati jalan rusak.