PT Haluan Rekadaya Konsultindo atau Haluancorp resmi memperkenalkan robustapp, sebuah platform enterprise resource planning (ERP) berbasis augmented intelligence, di Jakarta pada Rabu (20/5/2026).

Perangkat lunak ini dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan operasional serta regulasi bisnis di Indonesia.

>>> Canva Luncurkan Fitur Offline di Indonesia untuk Dukung Kerja Fleksibel

Solusi untuk Kendala ERP Global

Kehadiran sistem baru ini ditujukan sebagai jalan keluar bagi pelaku usaha domestik yang kerap menghadapi kendala biaya tinggi saat mengadopsi ERP global.

Platform konvensional dari luar negeri umumnya membutuhkan proses kustomisasi ekstensif agar selaras dengan aturan hukum lokal.

“Kami membangun robustapp karena perusahaan Indonesia tidak seharusnya dipaksa memilih antara sistem global yang asing bagi realitas lokal atau sistem lokal yang belum siap untuk skala enterprise,” kata Direktur Haluancorp Awan Karnadjaya.

“Melalui Aug-I, kami memberikan kecepatan analitik AI kepada eksekutif Indonesia tanpa memindahkan tanggung jawab keputusan keluar dari tangan mereka.”

Fleksibilitas Kepemilikan dan Integrasi

Haluancorp menyediakan fleksibilitas melalui dua metode kepemilikan sistem.

Perusahaan dapat memilih format berlangganan berkala ataupun skema pembelian lisensi penuh untuk menjamin kendali penuh atas infrastruktur data.

>>> 15 Fitur Google Fi Wireless yang Praktis untuk Pengguna

“Arsitekturnya yang terbuka juga memungkinkan integrasi dengan sistem yang sudah berjalan, termasuk bagi perusahaan yang menggunakan platform global di level korporat dan membutuhkan solusi tambahan yang memahami konteks Indonesia di level operasional,” jelas Awan.

Fitur Adaptif dan Deteksi Anomali

Sistem ini mengintegrasikan seluruh fitur adaptif dari teknologi global yang diselaraskan dengan iklim usaha tanah air.

Penyesuaian mencakup aspek krusial seperti kebijakan perpajakan nasional serta regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

“Karena menganalisis data operasional lintas seluruh fungsi bisnis, mendeteksi pola dan anomali secara real-time, serta menyajikan sinyal peringatan dini beserta dasar pertimbangannya sebelum masalah operasional berkembang menjadi kerugian finansial,” tutur Awan.

Teknologi kecerdasan buatan tersebut memproses rekam data di setiap lini bisnis untuk mencegah kendala operasional memicu dampak keuangan serius.

Sasaran pengguna mencakup sektor manufaktur, distribusi, perdagangan, konstruksi, jasa profesional, hingga korporasi multi-entitas.

>>> Honor Gandeng Sebastian Sawe, Satukan Teknologi AI dan Olahraga

“Dengan robustapp, perusahaan dapat memastikan perencanaan, pemantauan dan kendali seluruh aktivitas proyek menjadi lebih baik, akurat dan real-time,” ucap Awan.