Hal itu ia ungkapkan dalam posting panjang di blog resmi Xiaomi China pada Oktober 2013.

Dalam unggahan itu, ia menguraikan kekecewaannya terhadap cara media dan pengguna media sosial menggambarkan Xiaomi dan dirinya. Ia juga menanggapi perbandingan dengan Steve Jobs.

"Jobs adalah orang hebat. Dia melakukan hal-hal brilian, mengubah dunia, dan menjadi inspirasi besar bagi Xiaomi.

Namun, membandingkannya dengan saya tidak tepat sama sekali," kata Lei Jun.

Ia menegaskan bahwa Xiaomi dan Apple adalah dua perusahaan yang sangat berbeda. Karena itu, ia tidak habis pikir ketika diwawancarai soal julukan Steve Jobs-nya China.

>>> Haluancorp Luncurkan Robustapp, Platform ERP Berbasis Augmented Intelligence

"Saya benar-benar tidak bisa berkata apa pun," ujarnya.

Merintis Xiaomi dan Jadi Miliarder China

Lei Jun mulai terkenal sejak merintis Xiaomi pada 2010, meski telah berkarir di perusahaan teknologi sejak 1992.

Setelah merilis smartphone, Xiaomi berkembang cepat menjadi salah satu merek ternama dunia, menyaingi Apple dan Samsung di berbagai pasar.

Salah satu strategi awal Lei Jun adalah tidak mengeluarkan biaya iklan, melainkan menjual langsung untuk memangkas komisi pengecer.

Xiaomi juga mengandalkan loyalitas pelanggan agar mereka membagikan pengalaman memakai produk di media sosial.

Saat ponsel pertama Xiaomi rilis pada 2011, perangkat itu langsung memikat konsumen domestik. Smartphone Xiaomi menawarkan desain ramping, spesifikasi tinggi, tetapi harga terjangkau.

Konsumen menyambut hangat kehadiran perangkat alternatif yang ramah di kantong namun bertenaga.

"Lei Jun sangat paham.

Dia termasuk yang pertama menyadari bahwa konsumen China perlu merek yang bisa diandalkan," kata Philip Liso, konsultan berbasis di Shanghai yang sempat bekerja di Xiaomi.