Nissan menegaskan bahwa penerus GT-R (R36) akan hadir, namun tidak akan menggunakan tenaga listrik penuh. Pabrikan Jepang itu memilih jalur hybrid sebagai solusi elektrifikasi.

Keputusan ini diambil setelah melihat performa buruk hypercar listrik seperti Rimac Nevera dan Lotus Evija di pasaran.

>>> Audi Konfirmasi Debut A2 e-tron, SUV Listrik Terkecil dengan Karakter Nakal

Nissan menilai teknologi baterai saat ini belum cukup untuk memberikan pengalaman berkendara ala GT-R.

Alasan Nissan Hindari EV Murni

Richard Candler, kepala strategi produk global Nissan, mengungkapkan bahwa mobil sport listrik belum populer. Ia menyebut kimia lithium saat ini belum mampu menghasilkan produk setara GT-R.

"Kami tidak akan menggunakan baterai di generasi berikutnya. Tidak mungkin," tegas Candler kepada EVO magazine.

>>> Ferrari Luce EV Debut 25 Mei, Prototipe Masih Disamarkan

Namun, ia mengakui elektrifikasi tetap diperlukan untuk memenuhi regulasi emisi.

Dengan demikian, GT-R baru kemungkinan besar akan mengadopsi hybrid V6, mengingat Nissan sudah mengembangkan mesin tersebut. Langkah ini dianggap lebih realistis ketimbang memaksakan EV murni.

CEO Nissan Ivan Espinosa sebelumnya menyebut GT-R sebagai salah satu merek terkuat Nissan dan penerusnya adalah prioritas tinggi.

>>> Alva Percepat Pembangunan Stasiun Pengisian Daya Motor Listrik demi Atasi Kecemasan Jarak Tempuh

Produksi R35 berakhir pada Agustus 2025 setelah 18 tahun.