Kekhawatiran terhadap jarak tempuh dan keterbatasan infrastruktur pengisian daya masih menjadi hambatan utama masyarakat beralih ke motor listrik.

Produsen kendaraan roda dua ramah lingkungan di Indonesia pun merespons serius masalah ini.

>>> PT Astra Daihatsu Motor Gelar Festival Kumpul Sahabat 2026

PT Ilectra Motor Group (IMG) selaku produsen motor listrik Alva terus mempercepat pengembangan ekosistem pengisian daya secara agresif.

Langkah ini diambil agar lini produk mereka dapat diandalkan sebagai moda transportasi utama harian.

Chief Executive Officer (CEO) Alva, Purbaya Yudha, menyatakan bahwa proses edukasi pasar di Indonesia membutuhkan waktu panjang.

Namun, seiring meningkatnya animo masyarakat, penyediaan jaringan pengisian daya menjadi kunci agar konsumen merasa tenang saat berkendara jauh.

"Hal yang berhubungan dengan range anxiety atau charge anxiety ini bisa di-address dengan adanya charging station yang kita bangun.

Dan inilah yang intinya kita ingin, Alva bisa sebagai transportasi utama daripada pengguna kami," ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Pertumbuhan Infrastruktur Pengisian Daya

Demi mewujudkan target tersebut, Alva secara bertahap terus menambah jumlah titik pengisian daya. Berdasarkan catatan perusahaan, pertumbuhan infrastruktur cas Alva mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.

"Tahun lalu itu sudah sekitar 180 connector. Sekarang ini sudah mencapai sekitar 250-an connector, dan jumlah lokasi itu sudah triple digit.

>>> BYD Rekrut Mantan Insinyur Nissan untuk Kembangkan Mobil Listrik Racco

Kita berharap (tahun ini) paling sedikit double, dekat-dekat ke 400 connector," kata Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa jika diakumulasikan secara keseluruhan lewat aplikasi MyAlva, para pengguna kini sudah bisa memantau sekitar 930-an lokasi pengisian daya yang tersedia dan siap digunakan.