Audi mengonfirmasi bahwa A2 e-tron akan debut pada musim gugur tahun ini. Model ini menjadi SUV listrik entry-level terbaru Audi yang diproduksi di markas Ingolstadt, Jerman.

A2 e-tron akan menggantikan A1 hatchback berbahan bakar bensin dan Q2 crossover. Mobil ini dirancang untuk menjangkau pembeli muda dengan harga lebih terjangkau.

>>> Ferrari Luce EV Debut 25 Mei, Prototipe Masih Disamarkan

Platform Lama, Karakter Menyenangkan

Berbeda dengan mobil listrik kecil VW Group lainnya seperti ID. Polo dan Skoda Epiq yang menggunakan platform MEB terbaru, A2 e-tron tetap menggunakan platform MEB lama.

Platform ini juga dipakai oleh VW ID. 4 dan Audi Q4 e-tron.

Keuntungannya, A2 e-tron dapat mengadopsi penggerak roda belakang (RWD) sebagai standar. Varian all-wheel-drive dengan dua motor listrik kemungkinan akan menyusul kemudian.

Namun, platform ini masih menggunakan arsitektur 400 volt. Artinya, A2 e-tron tidak mendukung pengisian daya ultra-cepat 800 volt seperti model VW Group lainnya.

>>> Alva Percepat Pembangunan Stasiun Pengisian Daya Motor Listrik demi Atasi Kecemasan Jarak Tempuh

Video teaser terbaru menunjukkan A2 e-tron berseliweran di jalan bersalju Skandinavia. Mobil ini tampak oversteer, menandakan bahwa Audi tetap mempertahankan aspek kesenangan berkendara.

Desain Terinspirasi A2 Klasik

Audi menyebut bahwa garis atap miring A2 e-tron memberikan efisiensi aerodinamis yang impresif. Pengujian di terowongan angin Ingolstadt dilakukan hingga kecepatan 300 km/jam.

Bentuknya sengaja mereferensi A2 generasi pertama tahun 1999.

Mobil lawas itu dikenal dengan konstruksi aluminium ringan dan konsumsi bahan bakar irit, namun gagal secara komersial karena harga mahal.

>>> Karoseri Lokal Hadirkan Bus Ramah Disabilitas di Pameran Jakarta

Kini, Audi yakin bahwa crossover listrik kompak adalah segmen yang tepat. Dengan desain retro modern dan harga terjangkau, A2 e-tron diharapkan menjadi sukses komersial.