GitLab Berencana PHK Karyawan sebagai Bagian Restrukturisasi Bisnis
Perusahaan pengembang perangkat lunak GitLab dikabarkan tengah bersiap melakukan restrukturisasi bisnis. Langkah ini berimbas pada rencana pengurangan jumlah pekerja melalui kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kebijakan pemangkasan ini diambil agar perusahaan dapat bertransformasi menjadi platform utama dalam pengembangan perangkat lunak pada era kecerdasan buatan (AI).
>>> Karyawan Kontrak SpaceX Tewas Jatuh di Fasilitas Starbase Texas
Manajemen menekankan pengurangan ini bukan sekadar efisiensi biaya.
Penjelasan CEO GitLab
CEO GitLab, Bill Staples, menegaskan bahwa restrukturisasi di perusahaannya berbeda dengan tren PHK berbasis AI yang marak terjadi di industri teknologi.
"Proses restrukturisasi ini tidak seperti yang mungkin Anda lihat di berita.
AI memang mengubah cara kita bekerja dan menjadi bagian dari transformasi, tetapi ini bukan upaya optimasi AI atau pengurangan biaya," ujar Staples.
Menurut Staples, anggaran yang dihemat dari pemangkasan tenaga kerja akan dialokasikan kembali untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Investasi tersebut difokuskan pada penguatan infrastruktur serta teknologi berbasis AI.
Fokus Transformasi
Dalam rencana transformasinya, GitLab menyiapkan beberapa prioritas pengembangan.
Fokus tersebut mencakup API khusus agen AI, pembaruan sistem CI/CD, model data berbasis konteks, tata kelola, hingga dukungan terhadap beban kerja otonom.
GitLab juga membuka opsi PHK sukarela sekaligus menyederhanakan struktur organisasinya.
Manajemen menilai struktur yang berjalan saat ini terlalu rumit karena memiliki delapan lapisan organisasi yang menghambat pengambilan keputusan.
"Kami merampingkan organisasi karena lapisan manajemen yang terlalu dalam memperlambat kami," tutur Staples.
>>> Meta PHK 8.000 Karyawan Global demi Efisiensi dan Fokus AI
Selain merampingkan manajemen, GitLab berencana memangkas cakupan operasional globalnya.
Perusahaan bakal mengurangi jumlah negara yang menjadi lokasi tim kecil hingga 30 persen dari total pengoperasian di sekitar 60 negara.
Update Terbaru
Nova Arianto Tegaskan Skuad Garuda Muda Siap Hadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
Kamis / 21-05-2026, 06:44 WIB
Persib Bandung di Ambang Hattrick Juara Liga Indonesia
Kamis / 21-05-2026, 06:44 WIB
PSSI Segera Buka Penjualan Tiket Garuda Championship Juni 2026
Kamis / 21-05-2026, 06:43 WIB
Ural Kalahkan Dinamo Makhachkala di Leg Pertama Play-off Liga Rusia
Kamis / 21-05-2026, 06:43 WIB
Palermo Ungguli Catanzaro Berkat Gol Cepat Pohjanpalo
Kamis / 21-05-2026, 06:43 WIB
Pyramids FC Hadapi Smouha SC Demi Jaga Peluang Juara Liga Mesir
Kamis / 21-05-2026, 06:39 WIB
Al Shabab Diunggulkan Kalahkan Al Najma di Liga Pro
Kamis / 21-05-2026, 06:38 WIB
Hammarby IF Tantang GAIS Demi Pangkas Jarak Papan Atas Allsvenskan
Kamis / 21-05-2026, 06:38 WIB
Hammarby IF Incar Kemenangan di Markas GAIS untuk Dekati Puncak
Kamis / 21-05-2026, 06:38 WIB
GAIS Jamu Hammarby IF pada Pekan Ke-15 Allsvenskan di Goteborg
Kamis / 21-05-2026, 06:38 WIB
GAIS Tundukkan Hammarby IF dan Naik ke Peringkat Ketujuh Allsvenskan
Kamis / 21-05-2026, 06:34 WIB
Cedera Metatarsal Paksa Fermin Lopez Absen Bela Spanyol di Piala Dunia 2026
Kamis / 21-05-2026, 06:33 WIB
Carlo Ancelotti Panggil Neymar ke Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026
Kamis / 21-05-2026, 06:33 WIB
Kasus Pembajakan Tayangan BYON Combat Naik ke Tahap Penyidikan
Kamis / 21-05-2026, 06:33 WIB






