Meta Platforms mulai melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 pegawai di tingkat global.

Langkah efisiensi ini diambil sebagai bagian dari transformasi besar perusahaan menuju era kecerdasan buatan (AI).

>>> Kaspersky: 45,7% Orang Dewasa Alami Pelanggaran Digital

Gelombang pengurangan karyawan ini diawali dari wilayah Singapura pada Rabu, 20 Mei dini hari.

Sejumlah pekerja menerima e-mail pemecatan sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat berdasarkan laporan Business Times.

Karyawan di Inggris, Amerika Serikat (AS), dan beberapa negara lain dijadwalkan menerima pemberitahuan serupa pada pagi hari sesuai zona waktu masing-masing.

Pengurangan ini diperkirakan berdampak pada 10 persen dari total tenaga kerja perusahaan.

Restrukturisasi untuk AI

Restrukturisasi besar Meta bertujuan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengalihkan sumber daya untuk pengembangan AI.

Suasana internal perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini dilaporkan penuh ketidakpastian dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, manajemen telah mengumumkan pemindahan sekitar 7.000 pegawai ke tim baru yang fokus pada pengembangan produk dan agen AI.

Putaran PHK terbaru ini utamanya menyasar tim engineering serta produk, dengan kemungkinan pengurangan tambahan hingga akhir tahun.

Kepala SDM Meta, Janelle Gale, menyampaikan memo internal yang menyatakan perusahaan ingin membangun struktur organisasi yang lebih datar dengan tim-tim kecil agar bisa bergerak lebih cepat.

“Kami sekarang berada pada tahap di mana banyak organisasi dapat beroperasi dengan struktur yang lebih datar, dengan tim kecil berbentuk pod/cohort yang bisa bergerak lebih cepat dan memiliki tanggung jawab lebih besar,” tulis Gale dalam memo yang diverifikasi Bloomberg News.

“Kami percaya ini akan membuat kami lebih produktif dan pekerjaan menjadi lebih memuaskan,” lanjutnya.