Sejumlah karyawan Meta Platforms Inc. dilaporkan bergegas menghabiskan tunjangan tahunan dan fasilitas perusahaan.

Hal ini terjadi di tengah kepanikan menjelang pemutusan hubungan kerja massal pada Selasa, 19 Mei 2026.

>>> Kisah Lei Jun: Dari Sebar Brosur di Jalan hingga Jadi Raksasa

Para pekerja memanfaatkan sisa waktu untuk mencairkan tunjangan fleksibel tahunan sebesar 2.000 dolar AS. Tunjangan itu mencakup biaya kesehatan dan kebugaran.

Selain itu, kredit tiga tahunan senilai 200 dolar AS untuk perangkat audio juga memicu lonjakan pembelian Apple AirPods serta headphone lainnya.

Suasana di internal perusahaan dilaporkan sangat lesu.

Sebagian besar kantor Meta terlihat kosong sepanjang minggu ini. Banyak staf memilih fokus memperbarui resume mereka atau berkumpul di luar kantor untuk saling menguatkan.

Laporan dari 16 karyawan dan mantan karyawan yang dilansir WIRED mengungkapkan penurunan moral yang drastis.

>>> Meta PHK 8.000 Karyawan Global, Fokus pada AI

Karyawan juga frustrasi karena dipindahkan secara sepihak ke tim kecerdasan buatan yang baru dibentuk.

Selain itu, penerapan perangkat lunak pengawas laptop pekerja di Amerika Serikat menambah ketidaknyamanan.

Rencana restrukturisasi massal ini akan berdampak pada 10 persen dari total 80.000 tenaga kerja perusahaan.

Manajemen juga memindahkan 7.000 pekerja ke divisi inisiatif kecerdasan buatan. Peran manajer diubah menjadi kontributor individu.

Pihak manajemen Meta telah mengimbau karyawan untuk tidak datang ke kantor pada hari Rabu saat pengumuman PHK resmi dikirimkan.

>>> Meta PHK 8.000 Karyawan Global, Fokus ke AI

Beberapa tim di New York dan Menlo Park memilih berkumpul di bar dan restoran sekitar kantor untuk menyikapi situasi tersebut.