PT VinFast Indonesia telah memulai produksi lokal mobil listrik VF MPV 7 di fasilitas perakitan Subang, Jawa Barat.

Kendaraan tujuh penumpang ini kini memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen.

>>> Kokain Senilai $9,7 Juta Ditemukan di Truk Pengiriman Pakaian Skims

Pencapaian tersebut diumumkan oleh Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, di Jakarta. Ia menegaskan bahwa perusahaan mematuhi persyaratan minimal TKDN yang ditetapkan pemerintah.

"Jadi untuk berapa kandungan lokalnya, kami comply dengan requirement dari pemerintah yaitu 40 persen minimal," ujarnya.

Produksi dilakukan melalui metode Completely Knocked Down (CKD). Langkah ini mengonfirmasi partisipasi VinFast dalam program kendaraan listrik murni yang digelar tahun lalu.

"Itu sudah kami penuhi karena kami sudah ikut program BEV yang digelar tahun lalu. Jadi ada sertifikat TKDN dan kami sudah mendapatkannya," lanjut Kariyanto.

Komitmen Peningkatan TKDN

VinFast berkomitmen untuk terus meningkatkan persentase komponen lokal secara bertahap. Hal ini sejalan dengan peta jalan regulasi domestik dan kesiapan rantai pasok dalam negeri.

>>> AMG Hadirkan GT 4-Door Coupe Listrik dengan 1.153 HP dan Suara V8 Sintetis

"Tentu ke depan kita harus naikkan terus, karena sesuai program pemerintah yang menaikkan konten lokalnya di tahun tertentu," kata Kariyanto.

Fitur dan Harga VF MPV 7

Bersamaan dengan produksi CKD, VinFast memberikan penyempurnaan fitur pada VF MPV 7 tanpa mengubah spesifikasi performa utamanya.

Mobil ini tetap mengusung baterai 60,2 kWh dengan daya jelajah 450 kilometer NEDC, tenaga 201 daya kuda, dan torsi 280 Nm.

Pembaruan meliputi integrasi Apple CarPlay, Android Auto, retractable mirror, kamera 360 derajat, dan rear ducktail.

Harga jual dimulai dari Rp345 juta untuk sistem sewa baterai dan Rp420 juta untuk hak milik baterai penuh (on the road Jakarta).

>>> Volvo Konfirmasi Pengganti EX30, Meluncur Tahun Depan di AS

"Khusus bagi 2.000 pembeli pertama, kami memberikan harga promo Rp329 juta untuk skema battery subscription," pungkas Kariyanto.