DJP Targetkan Pemungutan PPh Marketplace Mulai Juli 2026
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menargetkan implementasi pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 bagi pedagang lokal di platform marketplace pada Juli 2026.
Langkah ini diambil setelah payung hukum dinyatakan siap dan mendapat dukungan dari DPR RI. Pemerintah kini mengagendakan diskusi lanjutan bersama pelaku industri untuk mematangkan kesiapan penerapan regulasi.
>>> Bank Indonesia Perkuat Kebijakan Moneter demi Stabilitas Rupiah
Mekanisme pemungutan pajak ini mengadopsi sistem yang sudah berjalan pada Pajak Pertambahan Nilai (PPN) perdagangan melalui sistem elektronik.
DJP telah menunjuk 261 perusahaan digital, termasuk Tokopedia, Lazada, Shopee, Blibli, Google, dan Netflix sebagai pemungut PPN.
Kebijakan ini diharapkan menyetarakan kondisi kompetisi usaha antara pelaku UMKM konvensional dan digital.
Target Juli 2026
"Diminta kan tahun ini, bulan Juli.
Mudah-mudahan," ujar Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto setelah rapat bersama Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Bimo menilai pelaku usaha di platform digital seharusnya tidak menghadapi kendala besar karena ekosistem pemungutan pajak digital sudah terbentuk.
>>> Cara Menghitung Cicilan KPR Sesuai Gaji Bulanan agar Keuangan Tetap Sehat
"Harusnya mereka lebih siap, karena ini untuk level playing field, keadilan antara yang offline sama yang online," jelasnya.
Sebelumnya, rencana pemungutan pajak terhadap merchant ini dijadwalkan tahun lalu, namun tertunda akibat dinamika pemulihan ekonomi nasional. Otoritas keuangan memutuskan memantau perkembangan ekonomi kuartal II/2026 terlebih dahulu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026 mengatakan, "Sekarang ekonomi sudah lumayan.
Kalau triwulan kedua masih bagus, kami akan pertimbangkan untuk membuat persaingan online dan offline lebih fair."
Purbaya menambahkan bahwa rencana ini juga merespons aspirasi pedagang pasar tradisional. "Kalau kami ke pasar rakyat, mereka bilang, 'Pak, yang online dibatasin, supaya saya bisa bersaing.'
>>> India Blokir Telegram Hingga 22 Juni Akibat Kebocoran Soal Ujian Kedokteran
Ya saya lihat dulu, tetapi kami akan assess," terangnya.
Update Terbaru
MA AS Tolak Perintah Trump Akhiri Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran
Rabu / 01-07-2026, 09:36 WIB
Manuel Neuer Pensiun dari Timnas Jerman Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun soal KLB dan Wabah di UU Kesehatan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Digitalisasi Desa Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Teknologi Buka Peluang Usaha
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Norwegia Kalahkan Pantai Gading 2-1, Haaland Jadi Kunci Kemenangan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Celine Evangelista Ajari Putrinya Salat, Warganet Soroti Status Mualaf Sang Anak
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
4 Zodiak Paling Beruntung pada 1 Juli 2026, Hoki Menanti di Awal Bulan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Perempuan Disabilitas Berdaya: Karya dari Daerah Tembus Panggung Jakarta
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Aturan Minum Magnesium yang Benar agar Tak Mudah Stres dan Tidur Nyenyak di Usia 30-an
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB






