Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak pekerja. Namun, sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), penting untuk memahami cara menghitung cicilan agar tidak membebani keuangan.

Artikel ini akan memandu Anda menghitung cicilan KPR berdasarkan gaji bulanan dengan prinsip keuangan yang sehat.

in1

>>> India Blokir Telegram Hingga 22 Juni Akibat Kebocoran Soal Ujian Kedokteran

Langkah-Langkah Menghitung Cicilan KPR

Pertama, hitung batas aman cicilan maksimal dari gaji. Bank umumnya menetapkan maksimal 30 persen dari total penghasilan bulanan.

Misalnya, jika gaji Anda Rp6.000.000 per bulan, cicilan maksimal adalah Rp1.800.000. Untuk gaji Rp8.000.000, batas amannya Rp2.400.000.

Kedua, tentukan harga rumah dan besar uang muka (DP). Pilih rumah sesuai kemampuan dan hitung jumlah kredit yang diajukan.

Contoh: rumah seharga Rp300.000.000 dengan DP Rp60.000.000, maka kredit yang diajukan Rp240.000.000.

>>> Arkeolog Temukan Kota Kuno Tenggelam di Danau Issyk-Kul

Ketiga, pilih jangka waktu kredit (tenor). Tenor panjang membuat cicilan lebih ringan tetapi total bunga lebih besar, sedangkan tenor pendek sebaliknya.

Terakhir, lakukan simulasi resmi melalui situs bank dengan memasukkan jumlah kredit, tenor, dan suku bunga untuk mendapatkan estimasi cicilan akurat.

Tips Sebelum Mengajukan KPR

Perhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga di masa depan, terutama jika menggunakan suku bunga mengambang.

>>> Simpatisan Hotel Sultan Lempar Petugas Saat Eksekusi Lahan GBK

Jangan abaikan biaya hidup rutin, cicilan lain, dan dana darurat. Ajukan KPR hanya setelah kebutuhan pokok, tabungan, dan proteksi keuangan terpenuhi.