“Kami hanya ingin memastikan apakah pesanan kami benar-benar sudah diproses, sedang diproses, ataupun sudah berjalan mengingat kondisi kami sudah menunggu dari kurang lebih pukul 22.00 hingga hampir pukul 23.54 WIB,” katanya.

Situasi Memanas di Area Dapur

Setelah makanan akhirnya disajikan, beberapa pesanan disebut diberikan secara terburu-buru dan tidak lengkap.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, Zendhy dan istrinya terlihat meluapkan emosi kepada pegawai dapur.

Dalam video tersebut, keduanya juga tampak memukul lemari pendingin di area dapur restoran.

Dalam kondisi emosi, Zendhy bersama rombongan kemudian memutuskan meninggalkan restoran sambil membawa makanan yang telah mereka pesan.

Pembayaran Dilakukan Setelah Kejadian

Saat mereka sudah berada di dalam mobil, seorang pelayan datang membawa mesin EDC untuk meminta pembayaran.

Zendhy menyatakan dirinya tetap bersedia melunasi tagihan, namun ingin terlebih dahulu bertemu dengan penanggung jawab restoran untuk menjelaskan situasi yang terjadi.

Setelah kejadian tersebut menjadi perbincangan publik, pembayaran dilakukan melalui transfer sebesar Rp550.000 pada 27 September 2025.

Karena pembayaran tersebut disebut belum diterima, transfer dengan jumlah yang sama kembali dilakukan pada 20 Oktober 2025.

Zendhy juga mengakui kesalahan karena tidak melakukan pembayaran langsung saat makanan disajikan.

Namun ia menegaskan bahwa tagihan tersebut akhirnya tetap dibayarkan dan dapat dibuktikan.