close ads x

Zendhy Kusuma Jelaskan Kronologi di Restoran Bibi Kelinci, Tegaskan Tagihan Sudah Dilunasi

Zendhy Kusuma Jelaskan Kronologi di Restoran Bibi Kelinci, Tegaskan Tagihan Sudah Dilunasi

zk--

Gitaris Zendhy Kusuma akhirnya menyampaikan penjelasan terkait tudingan pencurian makanan di restoran Bibi Kelinci yang ramai dibahas di media sosial.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Minggu, 8 Maret 2026, ia menegaskan bahwa makanan yang dipesan pada malam kejadian tetap dibayar meskipun tidak dilakukan pada saat itu juga.

Menanggapi Tuduhan yang Beredar



Dalam pernyataannya, Zendhy mengakui bahwa pembayaran memang tidak dilakukan secara langsung setelah makanan disajikan.

Namun ia menegaskan kewajiban tersebut akhirnya diselesaikan dan dapat dibuktikan.

“Karena pembayaran tersebut tetap dilakukan dan dapat dibuktikan, menurut pandangan kami tidak terdapat unsur pencurian sebagaimana yang berkembang dalam narasi publik saat ini,” ujar Zendhy.


Ia juga menilai rekaman video yang beredar di media sosial tidak menampilkan keseluruhan situasi yang terjadi saat itu.

Penyebaran video tersebut, menurutnya, memicu berbagai komentar publik yang turut berdampak terhadap dirinya, keluarga, serta lingkungan pekerjaannya.

Zendhy menyatakan akan menghormati proses hukum yang berjalan dan siap bekerja sama apabila diminta memberikan keterangan oleh pihak berwenang.

Pesanan Tak Kunjung Disajikan

Zendhy menjelaskan bahwa ia datang ke restoran sekitar pukul 22.00 WIB bersama beberapa rekannya.

Ketika itu suasana restoran disebut masih relatif lengang. Mereka kemudian memesan sejumlah makanan dan minuman.

Setelah menunggu cukup lama, pesanan yang diminta belum juga datang.

Ia menyebut rombongannya beberapa kali menanyakan perkembangan pesanan kepada pelayan.

Pada awalnya mereka diberi informasi bahwa makanan akan siap dalam waktu sekitar 15 menit. Namun setelah menunggu, keterangan yang diberikan berubah-ubah.

Ada yang menyebut restoran sedang sibuk, sementara informasi lain mengatakan pesanan akan segera selesai dalam beberapa menit.

Situasi tersebut membuat mereka kebingungan karena tidak ada kepastian mengenai status pesanan yang sudah lama ditunggu.

Memastikan Langsung ke Dapur

Setelah hampir dua jam menunggu tanpa kejelasan, Zendhy mengaku memutuskan masuk ke area dapur restoran untuk memastikan apakah pesanan mereka benar-benar sedang diproses.

Ia menyatakan tidak ada pihak restoran yang melarang dirinya masuk ke area tersebut.

Dari situ ia mengklaim baru mengetahui bahwa makanan yang mereka pesan ternyata belum dibuat dan baru akan diproses saat itu juga.

Kondisi itu membuat dirinya merasa kecewa karena sejak awal tidak ada kepastian mengenai pesanan yang telah lama mereka tunggu.

Pesanan Diberikan Terburu-buru

Zendhy juga menjelaskan bahwa setelah makanan akhirnya dihidangkan, beberapa menu disebut disajikan dengan terburu-buru dan tidak seluruhnya lengkap.

Dalam kondisi emosi, rombongan kemudian memilih meninggalkan restoran.

Saat mereka sudah berada di dalam mobil, seorang pelayan disebut datang membawa mesin EDC untuk meminta pembayaran.

Zendhy menyatakan tetap bersedia membayar, tetapi saat itu ia berharap dapat terlebih dahulu bertemu dengan penanggung jawab restoran untuk menjelaskan situasi yang terjadi.

“Kami berharap dapat bertemu dengan penanggung jawab restoran untuk menjelaskan situasi yang terjadi pada malam itu,” katanya.

Mengaku Telah Membayar Tagihan

Zendhy juga menyampaikan bahwa ia sempat berencana datang kembali ke restoran pada 21 September 2025 untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus melakukan pembayaran.

Namun saat itu pemilik restoran disebut sedang berada di luar kota sehingga pertemuan tidak dapat terjadi.

Pembayaran kemudian dilakukan melalui transfer sebesar Rp550.000 pada 27 September 2025 kepada pihak restoran.

Pada 20 Oktober 2025, ia kembali mengirimkan jumlah yang sama setelah pembayaran sebelumnya dinyatakan belum diterima.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya