Perang Makin Memanas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer 2026 AS vs Iran
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah Washington bergabung dengan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Hubungan kedua negara memang telah lama memburuk sejak Revolusi Islam 1979 dan belum menunjukkan tanda-tanda normalisasi hingga kini.
Dalam beberapa pekan sebelum serangan, Amerika Serikat diketahui mengerahkan tambahan kekuatan tempur ke kawasan Timur Tengah. Armada kapal induk hingga berbagai aset militer lainnya dipindahkan, di tengah upaya sejumlah negara regional yang berusaha mendorong de-eskalasi.
Peringkat Militer Global
Berdasarkan Global Firepower Rankings 2026, Amerika Serikat menempati posisi pertama sebagai kekuatan militer terkuat di dunia. Iran berada di peringkat ke-16 dalam daftar yang sama.
Jumlah Prajurit Aktif dan Cadangan
Dari sisi personel, keunggulan signifikan berada di tangan Amerika Serikat. Negeri itu memiliki sekitar 1,33 juta prajurit aktif.
Iran diperkirakan memiliki 610.000 personel aktif. Untuk kekuatan cadangan, Amerika Serikat mencatat sekitar 799.500 personel, sedangkan Iran memiliki sekitar 350.000 cadangan yang dapat dimobilisasi saat konflik terbuka.
Anggaran Pertahanan
Perbedaan kapasitas kedua negara semakin terlihat pada besaran anggaran militer. Amerika Serikat mengalokasikan sekitar USD895 miliar untuk pertahanan.
Sebaliknya, Iran memiliki anggaran tahunan sekitar USD15 miliar, jauh di bawah Washington.
Kekuatan Udara
Di sektor udara, Amerika Serikat mengoperasikan lebih dari 13.000 unit pesawat militer, termasuk jet tempur generasi paling mutakhir.
Iran diperkirakan memiliki sekitar 550 pesawat. Armada udara Teheran didominasi pesawat MiG dan Sukhoi era Soviet, ditambah sejumlah Chengdu J-10C buatan Tiongkok serta jet tempur produksi dalam negeri yang berbasis desain Northrop F-5 dari dekade 1960-an hingga 1970-an.
Kekuatan Laut
Untuk operasi maritim, Amerika Serikat memiliki sekitar 440 kapal perang. Di antaranya terdapat 11 kapal induk, 9 kapal induk helikopter, 66 kapal selam, serta 83 kapal perusak.
Update Terbaru
Suku Bunga KPR AS Melonjak ke 6,62% Setelah Sinyal Pengetatan The Fed
Kamis / 18-06-2026, 05:25 WIB
Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Tingkatkan Kesehatan Jantung dan Sendi
Kamis / 18-06-2026, 05:24 WIB
Kemkomdigi Paparkan Hasil Konsultasi dengan AS soal Rancangan Perpres AI
Kamis / 18-06-2026, 05:24 WIB
Legislator: Tidak Ada Ruang bagi Perundungan di Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 05:24 WIB
Menteri PU: Setiap Rupiah Anggaran Harus Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat
Kamis / 18-06-2026, 05:24 WIB
Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026 Lewat Brace Harry Kane
Kamis / 18-06-2026, 05:24 WIB
Declan Rice Cedera Saat Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 05:20 WIB
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Infrastruktur Pascagempa Sulteng
Kamis / 18-06-2026, 05:20 WIB
PWNU-PCNU Jateng dan DIY Tolak Pembatasan AHWA, Dukung Muktamar di Lirboyo
Kamis / 18-06-2026, 05:20 WIB
Pertamina EP Papua Field Berhasil Uji Produksi Sumur SLW-F2X di Sorong
Kamis / 18-06-2026, 05:17 WIB
Fed Pertahankan Suku Bunga dalam Rapat Perdana Kevin Warsh
Kamis / 18-06-2026, 05:16 WIB
Ghana Hadapi Panama di Piala Dunia 2026 Tanpa Thomas Partey
Kamis / 18-06-2026, 05:16 WIB
Wamenkomdigi: Deepfake Tingkatkan Ancaman Penipuan Digital
Kamis / 18-06-2026, 05:16 WIB
Menteri PPPA Usul Tambahan Anggaran Rp392 Miliar untuk 2027
Kamis / 18-06-2026, 05:16 WIB






