Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di posisi 3,5% hingga 3,75% dalam pertemuan Federal Open Market Committee pada Rabu (17/6/2026).

Langkah dalam rapat perdana di bawah kepemimpinan Ketua anyar Kevin Warsh ini diiringi sejumlah kejutan yang memicu volatilitas di pasar saham.

>>> Ghana Hadapi Panama di Piala Dunia 2026 Tanpa Thomas Partey

Meskipun keputusan mempertahankan suku bunga diambil tanpa perbedaan pendapat, diagram grafik proyeksi menunjukkan kecenderungan pengetatan moneter akhir tahun ini.

Komite terbelah imbang dengan sembilan anggota memproyeksikan stabilitas atau pemangkasan, sementara sembilan lainnya memperkirakan kenaikan suku bunga.

Spekulasi pasar mengenai partisipasi Warsh dalam proyeksi ekonomi terbukti setelah dirinya memilih abstain.

Langkah ini mencerminkan sikap lamanya yang menilai panduan ke depan dapat membatasi fleksibilitas kebijakan moneter institusi tersebut.

"Sudah menjadi praktik komite ini bagi para peserta untuk menyampaikan proyeksi-proyeksi ini, dan saya telah mendorong rekan-rekan saya untuk terus melakukannya.

Namun, saya menahan diri untuk tidak menawarkan proyeksi saya sendiri, sejalan dengan pandangan lama saya mengenai SEP, setidaknya seperti yang terstruktur saat ini," ujar Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve.

Warsh juga mengumumkan pembentukan lima satuan tugas untuk mengevaluasi komunikasi, neraca keuangan, sumber data, produktivitas kerja, dampak kecerdasan buatan, hingga pendekatan inflasi.

Selain itu, pernyataan resmi usai rapat dipangkas drastis dari biasanya di atas 300 kata menjadi hanya 130 kata.

Fokus ketat pada stabilitas harga yang disampaikan Warsh langsung direspons negatif oleh pasar keuangan.

Hasilnya, imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan melonjak hingga 14,4 basis poin.

>>> BCA Finance Tawarkan Suku Bunga Kredit Mobil Baru Hanya 4 Persen