Tim nasional Ghana akan menghadapi Panama dalam pertandingan pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Kanada, pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 06.00 WIB.

Gelandang andalan Thomas Partey dipastikan absen karena masalah visa. Otoritas Kanada menolak permohonan visa Partey akibat proses hukum terkait tuduhan pemerkosaan yang dijalaninya di Inggris.

>>> BCA Finance Tawarkan Suku Bunga Kredit Mobil Baru Hanya 4 Persen

Pemain Villarreal tersebut dilarang bertolak dari pemusatan latihan di Smithfield, Amerika Serikat. FIFA memberikan pernyataan resmi terkait penolakan visa tersebut.

"Permohonan visanya telah ditolak oleh pemerintah Kanada," ungkap FIFA seperti dikutip dari The Independent. FIFA menegaskan tidak memiliki kewenangan hukum untuk mencampuri kebijakan imigrasi negara tuan rumah.

Penolakan Visa Berdasarkan Hukum Kanada

Juru bicara Departemen Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada menyatakan bahwa penyelenggaraan acara besar tidak mengubah undang-undang imigrasi yang berlaku.

"Kanada bangga menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 dan berupaya memfasilitasi acara yang sukses sambil menjaga keselamatan dan keamanan warga Kanada," ujarnya.

Setiap warga negara asing yang ingin masuk akan dinilai secara individual berdasarkan fakta hukum. Seseorang dapat dinyatakan tidak dapat diterima tanpa adanya hukuman pidana di luar negeri.

Hukum imigrasi Kanada memperbolehkan penolakan izin masuk jika terdapat indikasi kuat mengenai tindakan pelanggaran hukum di luar negeri.

Protes Ghana dan Respons AS

Pemerintah Ghana menyampaikan keberatan melalui nota protes resmi. Mereka menilai keputusan Kanada bersifat sewenang-wenang dan tidak adil.

>>> Virgin Atlantic Hadirkan Siaran Langsung Olahraga Sport 24 di Pesawat

"Mengandalkan tuduhan yang belum terbukti tanpa adanya putusan pengadilan menimbulkan pertanyaan mendasar tentang keadilan dan proporsionalitas," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Ghana.