Viral Guru di Sabu NTT Cium dan Peluk Siswa di Kelas Dinas Pendidikan Lakukan Klarifikasi
guru viral ntt--
Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru memeluk dan mencium siswa laki-laki di dalam kelas viral di media sosial. Guru tersebut diketahui bernama Rusly Lingu Djara, pengajar di SMP Negeri 2 Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.
Dalam rekaman berdurasi lebih dari satu menit yang beredar, terlihat Rusly berdiri di depan kelas saat sejumlah siswa menghampirinya sambil membawa buku catatan.
Video Viral di Media Sosial
Setelah para siswa mendekat untuk menunjukkan buku catatan mereka, Rusly terlihat memeluk dan mencium beberapa siswa laki-laki sebelum mereka kembali ke tempat duduk.
Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet.
Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik, terlebih karena terjadi di lingkungan sekolah.
Tanggapan Tokoh Pemuda Sabu
Tokoh pemuda Kabupaten Sabu Raijua, Joy Rihi Gah, menyayangkan tindakan yang dilakukan guru tersebut. Ia menilai perilaku itu tidak seharusnya dilakukan oleh seorang tenaga pendidik.
Joy juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak berkaitan dengan tradisi budaya masyarakat Sabu.
Menurutnya, dalam budaya Sabu memang terdapat bentuk penghormatan melalui ciuman, namun dilakukan dengan cara hidung bertemu hidung dengan bibir dilipat ke dalam, bukan seperti yang terlihat dalam video.
Perlu Penyelidikan Lebih Lanjut
Joy meminta agar peristiwa tersebut disikapi secara serius oleh pihak terkait. Ia menilai perlu ada penjelasan mengenai motif di balik tindakan guru tersebut.
Jika ditemukan adanya perilaku yang tidak sesuai dengan norma pendidikan, maka langkah penanganan perlu segera dilakukan demi melindungi para siswa.
Pengakuan Guru Rusly
Sementara itu, Rusly Lingu Djara mengakui bahwa video yang beredar memang terjadi di kelasnya. Namun ia membantah bahwa tindakan tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari tradisi budaya Sabu.
Rusly juga menyatakan bahwa dirinya telah dipanggil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sabu Raijua untuk memberikan klarifikasi terkait video yang viral tersebut.
Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci mengenai isi pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak dinas.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik setelah video tersebut terus beredar luas di media sosial.