Federal Reserve Pertahankan Suku Bunga Acuan di Kisaran 3,5 Persen
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan federal funds rate di kisaran 3,5% hingga 3,75% pada Rabu, 18 Juni 2026.
Keputusan ini diambil dalam rapat kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh.
>>> Suku Bunga KPR AS Melonjak ke 6,62% Setelah Sinyal Pengetatan The Fed
Langkah tersebut langsung memicu reaksi di pasar keuangan. Obligasi pemerintah AS melemah, dolar menguat, dan bursa saham mengalami penurunan.
Para pelaku pasar kini memproyeksikan adanya kenaikan suku bunga paling lambat pada Oktober mendatang.
Proyeksi Pejabat Federal Reserve
Sebanyak sembilan pejabat memprediksi minimal satu kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada tahun ini. Enam di antaranya mengantisipasi dua kali kenaikan.
Sementara itu, sembilan pejabat lainnya memperkirakan tidak ada perubahan kebijakan atau justru mengharapkan pemangkasan suku bunga acuan.
Bank sentral juga merevisi proyeksi ekonomi. Median inflasi tahun ini dinaikkan menjadi 3,6% dari perkiraan Maret sebesar 2,7%.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 diturunkan dari 2,4% menjadi 2,2%.
"Harga-harga yang tetap tinggi merupakan beban bagi rakyat Amerika, tetapi masa lalu tidak harus menjadi penentu masa depan," kata Warsh.
Warsh menambahkan bahwa seluruh anggota komite sepakat untuk fokus mencapai stabilitas harga, meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai proyeksi suku bunga ke depan.
>>> Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Tingkatkan Kesehatan Jantung dan Sendi
"Saya tidak mendengar keyakinan yang sangat kuat," ujarnya. Ia menilai banyak pejabat menghadapi ketidakpastian tinggi terhadap prospek ekonomi.
Ketua Fed yang baru ini juga mengumumkan pembentukan sejumlah gugus tugas untuk meninjau lima bidang utama termasuk komunikasi dan kerangka kerja inflasi.
Namun, ia menegaskan tidak akan mengubah target inflasi jangka panjang.
"Saya tidak melihat alasan untuk meninjau kembali target tersebut sampai kita berhasil menegaskan kembali komitmen dan kemampuan kita dalam mencapai sasaran inflasi 2%," kata Warsh.
Kebijakan ini turut mendapat perhatian dari pemerintah AS. Presiden Trump mengkritik potensi dampak kenaikan suku bunga terhadap laju perekonomian domestik.
"Sulit dipercaya. Kebijakan itu hanya menahan laju negara dan sangat tidak biasa," kata Trump.
Kendati demikian, Trump menyatakan dukungannya terhadap figur kepemimpinan baru di bank sentral.
>>> Declan Rice Cedera Saat Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia
"Tetapi sekarang ada orang yang sangat baik di sana, jadi saya mengikuti apa yang dia inginkan," ujarnya.
Update Terbaru
Kronologi Percintaan Tom Holland dan Zendaya hingga Menikah
Kamis / 18-06-2026, 06:40 WIB
Kabar Duka: Pelatih Stade Brestois Eric Roy Meninggal Dunia
Kamis / 18-06-2026, 06:40 WIB
Harga Bitcoin 17 Juni 2026 Anjlok 2,02 Persen Sentuh 64.389 Dollar AS
Kamis / 18-06-2026, 06:40 WIB
Bursa Saham AS Terkoreksi Imbas Sinyal Hawkish Federal Reserve
Kamis / 18-06-2026, 06:37 WIB
Indomaret Tebar Diskon Belanja hingga 50 Persen Selama Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 06:37 WIB
Dunia Sepak Bola Berduka: Pelatih Brest Eric Roy Meninggal Dunia
Kamis / 18-06-2026, 06:36 WIB
Brasil Waspadai Kekuatan Fisik Haiti di Laga Grup C Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 06:36 WIB
Kementerian ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Usai AS-Iran Damai
Kamis / 18-06-2026, 06:36 WIB
50 Contoh Catatan Wali Kelas Islami untuk Rapor Siswa Madrasah
Kamis / 18-06-2026, 06:36 WIB
Pecatur Indonesia Chelsie Monica Kalahkan Magnus Carlsen di Hong Kong
Kamis / 18-06-2026, 06:36 WIB
Cara Cek PIP Mei 2026 Lewat HP untuk Siswa dan Orang Tua
Kamis / 18-06-2026, 06:35 WIB
Real Betis Siapkan Rencana Transfer Dani Ceballos Lewat Penjualan Giovani Lo Celso
Kamis / 18-06-2026, 06:35 WIB
Hakim Tetapkan Zapatero Tersangka Penyelundupan Perhiasan
Kamis / 18-06-2026, 06:35 WIB
Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Bertahan di Rp 2.733.000 Per Gram
Kamis / 18-06-2026, 06:32 WIB






