Kasus pembacokan yang menimpa mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau terus menyita perhatian publik setelah sejumlah fakta baru terungkap.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026 itu melibatkan seorang mahasiswi bernama Farradhila Ayu Pramesti yang menjadi korban serangan senjata tajam.

Pelaku diketahui berinisial RM atau Rehan (21), yang disebut memiliki hubungan dekat dengan korban sebelum kejadian tersebut.

Hubungan Asmara yang Memicu Konflik

Sebelum insiden terjadi, korban diketahui menjalin hubungan jarak jauh dengan seorang pria bernama Ferdi.

Ferdi telah bekerja, sementara Farradhila masih berstatus sebagai mahasiswa.

Kasus ini kemudian mengungkap fakta bahwa korban juga memiliki kedekatan dengan pelaku.

Hubungan tersebut disebut memicu konflik ketika pelaku merasa tidak terima setelah hubungan mereka berakhir.

Sejumlah unggahan di akun media sosial pelaku juga memperlihatkan kedekatan antara keduanya sebelum kejadian.

Pengakuan Polisi tentang Rencana Serangan

Kepolisian menyebut bahwa pelaku telah merencanakan aksi tersebut sejak beberapa bulan sebelumnya.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Anggi Rian Diansyah, menjelaskan bahwa pelaku mengaku telah memiliki niat sejak November sebelum akhirnya melancarkan aksinya pada akhir Februari.

"Ada niat dari November namun baru dilaksanakan kemarin Kamis," ujar Anggi.

Pelaku juga disebut menyiapkan senjata tajam dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar.

"Saya pagi mengasah dulu pisau dan kampak dan parang yang saya bawa. Setelah saya asah baru menjumpai korban," ungkap Anggi mengutip pengakuan pelaku.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius di bagian kepala, leher, punggung, hingga tangan.

Reaksi Kekasih Korban

Terungkapnya hubungan antara korban dan pelaku membuat Ferdi, yang dikenal sebagai kekasih korban, terkejut.