close ads x

Profil Muhammad Sabiq Ashraff Anak Bupati Pekalongan yang Terseret Dugaan Kasus Korupsi

Profil Muhammad Sabiq Ashraff Anak Bupati Pekalongan yang Terseret Dugaan Kasus Korupsi

Sabiq Ashraff--

Nama Muhammad Sabiq Ashraff menjadi perhatian publik setelah disebut dalam dugaan kasus korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Sabiq memiliki peran dalam proses intervensi pengadaan jasa di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Pekalongan.



Ia disebut memanfaatkan kedekatan dengan sang ibu untuk memengaruhi sejumlah kepala dinas agar memenangkan perusahaan tertentu dalam proyek pengadaan jasa outsourcing.

Dari proses tersebut, Sabiq diduga turut menerima aliran dana sekitar Rp4,6 miliar. Sementara ayahnya, Mukhtaruddin Ashraff Abu, disebut memperoleh bagian sekitar Rp1,1 miliar.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa dugaan intervensi terjadi pada periode 2024.


"Pada periode tersebut (2024), FAR melalui anaknya, Muhammad Sabiq Ashraff, dan orang kepercayaannya diduga melakukan intervensi kepada para kepala dinas agar memenangkan PT RNB untuk pengadaan jasa outsourcing di sejumlah dinas, kecamatan, hingga RSUD di Kabupaten Pekalongan," kata Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Latar Belakang Pendidikan

Muhammad Sabiq Ashraff diketahui lahir di Bandung dan diperkirakan berusia sekitar 30 tahun.

Dalam riwayat pendidikannya, ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 2 Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Setelah lulus sekolah menengah, Sabiq melanjutkan pendidikan tinggi di bidang hukum. Informasi tersebut diketahui dari unggahan keluarga di media sosial.

Aktif di Politik dan Bisnis

Selain dikenal sebagai anak kepala daerah, Sabiq juga aktif dalam dunia politik.

Ia menjabat sebagai anggota DPRD Pekalongan dari Fraksi Partai Golkar.

Posisi tersebut membuat namanya semakin disorot ketika muncul dugaan keterlibatannya dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah daerah.

Di luar aktivitas politik, Sabiq juga terlibat dalam dunia usaha. Ia diketahui ikut mendirikan PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).

Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa, termasuk layanan outsourcing bagi sejumlah instansi pemerintah di Kabupaten Pekalongan.

Sabiq tercatat pernah menjabat sebagai Direktur PT RNB pada periode 2022 hingga 2024 sebelum posisi tersebut dialihkan kepada orang kepercayaannya.

Berdasarkan informasi yang beredar, perusahaan tersebut memperoleh kontrak bernilai puluhan miliar rupiah dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam kurun waktu 2023 hingga 2026.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya