Sejumlah Amalan yang Ditekankan Saat Ramadhan

Di luar aspek waktu, Ramadhan juga menjadi momen memperkuat kedisiplinan serta menahan diri dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Selain itu, umat Islam kerap menambah amalan seperti tarawih dan memperbanyak sedekah.

Dalam konteks kewajiban, fidyah menjadi salah satu ketentuan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa secara permanen dan tidak memungkinkan untuk mengqadha puasa. Fidyah dapat ditunaikan dalam bentuk makanan maupun nilai uang yang setara dengan makanan.

Kultum Singkat dan Pengingat Nilai Ibadah

Penguatan ilmu dan nasihat harian juga sering dijadikan pengiring ibadah puasa. Salah satu amalan yang memiliki dimensi sosial adalah zakat fitrah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan, sebagai bagian dari penyucian diri dan penyempurna ibadah puasa.

Selain itu, pengingat tentang manusia sebagai makhluk sosial menegaskan bahwa perjalanan hidup kerap saling terkait, sehingga nilai kepedulian dan tolong-menolong menjadi bagian yang ditekankan dalam ajaran Islam.

Doa Berbuka Puasa dan Saran Menu

Sahur merupakan amalan yang dianjurkan, sebagaimana keterangan hadits yang menganjurkan orang yang hendak berpuasa untuk bersahur. Saat waktu berbuka tiba, umat Islam lazim membaca doa berikut setelah membatalkan puasa.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu. Dzahaba-zh zama’u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya: Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.

Untuk pilihan hidangan, menu takjil bisa bervariasi sesuai kebutuhan. Daun singkong dapat diolah menjadi beberapa sajian berbuka, sedangkan bayam kerap dipilih sebagai sayur bernutrisi untuk menu sahur maupun berbuka.