close ads x

Jadwal Imsakiyah Kota Yogyakarta 2 Maret 2026 dan Waktu Sholat Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Kota Yogyakarta 2 Maret 2026 dan Waktu Sholat Hari Ini

masjid-pixabay-

Jadwal imsakiyah Kota Yogyakarta pada Senin, 2 Maret 2026, menjadi acuan penting bagi umat Islam untuk menentukan batas akhir sahur, waktu imsak, hingga masuknya Subuh. Informasi ini juga memudahkan penentuan waktu Maghrib sebagai penanda berbuka puasa.

Mengacu pada data resmi Kementerian Agama RI, imsak di Kota Yogyakarta hari ini jatuh pada pukul 04.17 WIB. Adzan Subuh tercatat pukul 04.27 WIB.



Adapun waktu salat lainnya, Dzuhur berlangsung pukul 11.54 WIB, Ashar pukul 14.56 WIB, Maghrib pukul 18.01 WIB, dan Isya pukul 19.11 WIB.

Pergerakan Jadwal Sholat Yogyakarta Sepanjang Maret 2026

Memasuki awal Maret 2026, waktu imsak di Kota Yogyakarta berada di kisaran pukul 04.17–04.18 WIB, sedangkan waktu berbuka bergerak dari sekitar pukul 18.02 WIB pada 1 Maret menjadi 18.01 WIB pada 2 Maret.

Seiring berjalannya hari, waktu Maghrib bergeser lebih awal dan pada penghujung Maret tercatat berada di pukul 17.47 WIB. Pergeseran juga tampak pada waktu Isya yang ikut maju hingga 18.56 WIB pada 31 Maret 2026.


Gambaran jadwal pada akhir bulan, berdasarkan tabel imsakiyah Maret 2026, sebagai berikut:

  • 30 Maret 2026: Imsak 04.17 WIB, Subuh 04.27 WIB, Maghrib 17.47 WIB, Isya 18.56 WIB
  • 31 Maret 2026: Imsak 04.17 WIB, Subuh 04.27 WIB, Maghrib 17.47 WIB, Isya 18.56 WIB

Jadwal Imsakiyah untuk Puasa Wajib dan Sunnah

Jadwal imsakiyah tidak hanya berguna saat Ramadhan. Bagi warga Kota Yogyakarta yang menjalankan puasa sunnah seperti Senin-Kamis, ayyamul bidh, Arafah, atau puasa Daud, acuan waktu imsak, Subuh, dan Maghrib tetap dibutuhkan agar awal dan akhir puasa tepat.

Dengan mengetahui jam imsak, umat Islam dapat mengatur persiapan sahur lebih baik. Sementara itu, patokan Maghrib membantu memastikan waktu berbuka dilakukan sesuai ketentuan.

Sejumlah Amalan yang Ditekankan Saat Ramadhan

Di luar aspek waktu, Ramadhan juga menjadi momen memperkuat kedisiplinan serta menahan diri dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Selain itu, umat Islam kerap menambah amalan seperti tarawih dan memperbanyak sedekah.

Dalam konteks kewajiban, fidyah menjadi salah satu ketentuan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa secara permanen dan tidak memungkinkan untuk mengqadha puasa. Fidyah dapat ditunaikan dalam bentuk makanan maupun nilai uang yang setara dengan makanan.

Kultum Singkat dan Pengingat Nilai Ibadah

Penguatan ilmu dan nasihat harian juga sering dijadikan pengiring ibadah puasa. Salah satu amalan yang memiliki dimensi sosial adalah zakat fitrah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan, sebagai bagian dari penyucian diri dan penyempurna ibadah puasa.

Selain itu, pengingat tentang manusia sebagai makhluk sosial menegaskan bahwa perjalanan hidup kerap saling terkait, sehingga nilai kepedulian dan tolong-menolong menjadi bagian yang ditekankan dalam ajaran Islam.

Doa Berbuka Puasa dan Saran Menu

Sahur merupakan amalan yang dianjurkan, sebagaimana keterangan hadits yang menganjurkan orang yang hendak berpuasa untuk bersahur. Saat waktu berbuka tiba, umat Islam lazim membaca doa berikut setelah membatalkan puasa.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu. Dzahaba-zh zama’u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya: Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.

Untuk pilihan hidangan, menu takjil bisa bervariasi sesuai kebutuhan. Daun singkong dapat diolah menjadi beberapa sajian berbuka, sedangkan bayam kerap dipilih sebagai sayur bernutrisi untuk menu sahur maupun berbuka.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya