402 Anak di Malaysia Diamankan dari Panti Asuhan Oleh UNICEF, Diduga Alami Pelecehan Seksual
Kasus ini memicu kemarahan luas di tengah masyarakat, terutama di Malaysia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Mereka menuntut keadilan dan penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku. Pemerintah dan masyarakat mendesak agar fasilitas-fasilitas perawatan anak diperiksa lebih ketat untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.
Penyelidikan yang Berlangsung Bertahun-tahun
Fakta mengejutkan lainnya adalah bahwa penyelidikan atas kasus kekerasan ini sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2011. Polisi telah lama mencurigai adanya praktik-praktik kejahatan di panti asuhan tersebut dan berencana untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kantor pusat perusahaan yang mengoperasikan panti asuhan. Penggerebekan ini diharapkan dapat memberikan titik terang dalam mengungkap lebih banyak pelanggaran yang terjadi di balik dinding panti asuhan tersebut.
Sementara itu, UNICEF, lembaga PBB yang menangani masalah anak-anak, juga menyuarakan keprihatinannya atas kejadian ini. Mereka menyatakan keterkejutannya setelah mengetahui 402 anak yang diselamatkan dari total 20 panti asuhan. Anak-anak ini diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik, kekerasan seksual, serta kelalaian selama mereka berada dalam pengasuhan panti.
UNICEF Serukan Perlindungan Anak yang Lebih Ketat
Robert Gass, perwakilan UNICEF di Malaysia, memberikan pernyataan keras mengenai situasi ini. Menurutnya, anak-anak yang berada dalam lembaga perawatan seperti panti asuhan tetap berisiko tinggi mengalami pelecehan dan kekerasan jika tidak ada regulasi yang ketat.
"Anak-anak ini telah mengalami trauma yang luar biasa dan memerlukan dukungan medis serta psikososial yang profesional dalam jangka panjang," kata Gass. "Kerusakan yang diakibatkan oleh kekerasan ini sangat mendalam dan sering kali menyebabkan dampak yang berlangsung sepanjang hidup."
Gass juga menekankan bahwa anak-anak yang berada dalam perawatan institusi harus mendapatkan dukungan dari pekerja sosial yang berkompeten untuk mengawasi rumah-rumah kesejahteraan secara efektif. Ia juga menambahkan bahwa UNICEF bersedia memberikan dukungan kepada pemerintah Malaysia dalam upaya melindungi anak-anak yang kehilangan perawatan orang tua dan mencegah terjadinya pemisahan keluarga yang tidak perlu.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa Malaysia harus mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap anak-anak, terutama yang terjadi di dalam lembaga perawatan anak.
Update Terbaru
Harga Diesel Swasta Tembus Rp 30.890, pada Minggu, 3 Mei 2026: Pertamina Tahan Tarif BBM demi Stabilitas
Minggu / 03-05-2026, 14:44 WIB
Harga Emas Antam di Pegadaian 3 Mei 2026 Turun Tipis, Ini Daftar Lengkapnya
Minggu / 03-05-2026, 14:12 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 4 – 10 Mei 2026
Minggu / 03-05-2026, 14:05 WIB
Nonton Euphoria Season 3 Episode 4 Sub Indo di HBO Bukan LK21 Tayang 4 Mei 2026, Konflik Rue dan Nate Kian Memanas
Minggu / 03-05-2026, 14:03 WIB
Tampang Pengasuh Ponpes di Pati yang Rumahnya Digeruduk Warga Usai Tuntut Proses Hukum Dugaan Pencabulan
Minggu / 03-05-2026, 14:01 WIB
Sinopsis Bullet Train Film di Bioskop Trans TV Hari ini 3 Mei 2026
Minggu / 03-05-2026, 13:57 WIB
Jadwal Acara ANTV Senin, 4 Mei 2026: Series Thanak, Vasudha, Teri Meri Doriyaann ada Mega Bollywood Plus Link
Minggu / 03-05-2026, 13:51 WIB
Ahli Waris Purnawirawan Bertahan di Rumah Dinas TNI Slipi, Sengketa Kepemilikan Mencuat
Minggu / 03-05-2026, 13:48 WIB
Sosok Pemuda yang Diduga Bundir dari Lantai 20 Hotel di Surabaya
Minggu / 03-05-2026, 13:39 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 4 – 10 Mei 2026
Minggu / 03-05-2026, 13:29 WIB
Daftar Program Trans TV Senin, 4 Mei 2026: Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar ada Film Bioskop serta Link Streaming
Minggu / 03-05-2026, 13:28 WIB
Kejujuran Menjadi Pilar Utama Kehidupan Muslim dalam Khutbah Jumat 8 Mei 2026
Minggu / 03-05-2026, 13:21 WIB






