Kampung yang ditenggelamkan di Bendungan Karian, Lebak, Banten, muncul kembali untuk pertama kalinya sejak 2023.

Fenomena ini terjadi akibat kemarau panjang yang membuat debit air di bendungan turun drastis.

>>> RI Lobi AS agar Sawit Dikecualikan dari Tarif Impor Trump 10 Persen

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Dedi Yudha Lesmana, mengatakan baru kali ini bangunan-bangunan bekas permukiman terlihat jelas.

Biasanya, hanya sebagian bangunan yang muncul di kawasan bekas Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira.

Kini, tembok-tembok rumah yang sudah tidak beratap tampak jelas dari permukaan air.

>>> Pentagon Akui 624 Tentara AS Luka dalam Perang Iran, Muncul Kategori Baru

Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWSC3, Maretha Ayu Kusumawati, menjelaskan bahwa bangunan-bangunan tersebut tidak dihancurkan saat ditenggelamkan.

Petugas hanya membersihkan tanaman di area waduk, sehingga struktur bangunan masih utuh di dasar.

Meski air surut, Dedi memastikan kondisi air waduk masih aman untuk irigasi di wilayah sekitar.

Bendungan Karian masih dapat mengirim air untuk keperluan irigasi jika dibutuhkan di hilir.

>>> Mitchell Baker Klaim Posturnya Lebih Tinggi dari Elkan Baggott, Siap Ambil Alih Julukan 'Big Elk

Kemarau ekstrem tahun ini disebut sebagai penyebab utama turunnya permukaan air hingga memperlihatkan bekas permukiman.

Area yang dulunya merupakan permukiman padat penduduk itu kini menjadi pemandangan yang langka.

Fenomena ini menjadi perhatian karena baru pertama kali terjadi sejak bendungan dioperasikan. Warga sekitar pun penasaran melihat sisa-sisa permukiman yang dulu mereka tinggalkan.

>>> Kronologi Alphard Terobos Lampu Merah di HI: Pemilik Lama Sudah Jual Mobil

Meski demikian, pihak BBWSC3 memastikan tidak ada rencana pembongkaran bangunan yang muncul tersebut.