PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mendapatkan fasilitas pinjaman non-tunai senilai hingga 75 juta dolar AS dari PT Bank Mizuho Indonesia.

Fasilitas ini diberikan tanpa agunan dan akan digunakan untuk menopang kebutuhan operasional serta ekspansi bisnis perseroan.

>>> Indonesia dan Turki Sepakati Rencana Aksi Ketenagakerjaan 2026–2027

Penandatanganan Trade Facility Agreement dilakukan di Grha Pertamina, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026).

Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan.

Menurutnya, fasilitas tersebut akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek panas bumi PGE ke depan.

"Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan," ujar Fransetya.

Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia.

Fasilitas yang diperoleh merupakan omnibus facility tanpa komitmen yang mencakup Bank Garansi, Standby Letter of Credit, Letter of Credit Impor, Account Payable Financing, hingga revolving loan facility.

>>> PIS Raup Laba 572,48 Juta Dolar pada 2025, Bisnis LNG dan Noncaptive Tumbuh

Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia Heru Gautama Hatman mengatakan kerja sama ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia.

Menurutnya, dukungan pembiayaan diharapkan membantu PGE memperkuat posisinya sebagai pengembang panas bumi berkelas dunia.

Kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia, bagian dari grup jasa keuangan Jepang, menambah portofolio sumber pendanaan hijau PGE.

Sebelumnya, perseroan juga telah memperoleh dukungan pembiayaan melalui berbagai instrumen pendanaan berkelanjutan dan kerja sama dengan lembaga keuangan internasional.

Sebagai pengembang panas bumi, PGE menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri mencapai 1 GW pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

>>> Perbedaan AC Inverter dan Low Watt, Mana yang Lebih Hemat untuk di Rumah?

Perseroan menilai penguatan struktur pendanaan menjadi faktor penting untuk mempercepat pengembangan proyek panas bumi serta mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional.