Di sisi lain, agresivitas Alphabet memperluas investasi AI mulai meningkatkan kebutuhan belanja modal perusahaan.

Pada kuartal II-2026, Alphabet membukukan pendapatan sebesar US$119,8 miliar, melampaui proyeksi analis sebesar US$116,9 miliar.

Google Cloud menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan dengan pendapatan mencapai US$24,8 miliar atau melonjak 82% secara tahunan.

Namun, ekspansi infrastruktur AI membuat arus kas bebas (FCF) Alphabet berbalik negatif sebesar US$5,86 miliar.

Kondisi tersebut menjadi yang pertama sejak perusahaan melantai di bursa pada 2004.

Belanja modal (capex) Alphabet juga meningkat menjadi US$44,97 miliar pada kuartal II-2026, naik sekitar 26% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$36 miliar.

Kepala Keuangan Alphabet Anat Ashkenazi mengatakan perusahaan menaikkan proyeksi belanja modal sepanjang 2026 menjadi US$205 miliar, lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar US$180 miliar hingga US$190 miliar.

>>> Hasto PDIP Minta NU Dijauhkan dari Politik Praktis Jelang Muktamar

"Kami masih berada dalam kondisi pasokan yang terbatas," ujar Ashkenazi.