Pakar Ungkap Penyebab Malam Lebih Dingin Saat Kemarau
Selain karena pengaruh elevasi, udara dingin juga dapat mengalir dan berkumpul di kawasan lembah.
Di wilayah seperti Dataran Tinggi Dieng, kondisi tersebut bahkan dapat memicu pembentukan embun beku yang dikenal sebagai embun upas.
>>> Simu Liu Janjikan Kabar Positif soal Adaptasi Film Sleeping Dogs
Faktor lain yang turut memperkuat bediding adalah angin monsun Australia.
Ketika Indonesia memasuki musim kemarau, Australia sedang mengalami musim dingin. Massa udara yang bergerak dari Australia menuju Indonesia membawa karakter udara yang lebih sejuk dan kering.
Pengaruhnya terutama terasa di wilayah selatan khatulistiwa, seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
"Indonesia saat ini berada pada musim kemarau yang dipengaruhi monsun Australia, sedangkan Eropa, Amerika Utara, maupun sebagian Asia Timur sedang memasuki musim panas," tuturnya.
Givo juga menyebut perkembangan El Nino berpotensi memperkuat kondisi kemarau di Indonesia.
Curah hujan yang lebih rendah, kelembapan udara yang menurun, serta malam yang lebih sering cerah dapat membuat pendinginan radiasi berlangsung lebih optimal.
Kondisi ini kemudian meningkatkan peluang terjadinya bediding.
Meski bukan penyebab langsung, perubahan iklim dinilai dapat memengaruhi karakteristik bediding.
Pengaruh tersebut dapat terlihat dari perubahan waktu awal musim kemarau, tingkat kelembapan udara, frekuensi malam cerah, hingga lamanya suhu dingin bertahan.
Diperkirakan hingga September
Lebih lanjut, Givo memperkirakan bediding dapat berlangsung hingga puncak musim kemarau pada akhir Juli sampai Agustus.
Di beberapa wilayah, kondisi dingin pada malam dan pagi hari berpotensi berlanjut hingga awal September, bergantung pada perkembangan atmosfer.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, khususnya anak-anak, lanjut usia, dan orang dengan penyakit pernapasan.
Pasalnya, udara dingin dan kering dapat memperburuk gejala influenza, asma, maupun infeksi saluran pernapasan.
>>> Cara Cek Desil Bansos Kemensos Secara Online, Ketahui Posisi Bantuan Sosial Anda
Masyarakat juga disarankan tetap mencukupi kebutuhan cairan meski cuaca terasa dingin serta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Update Terbaru
Remaja Guinea Tewas Usai Dipenjara karena Mencontek Saat Ujian
Jumat / 24-07-2026, 12:28 WIB
3 Kulkas Sharp 2 Pintu Termurah yang Hemat Listrik dan Anti Bau
Jumat / 24-07-2026, 12:28 WIB
Microsoft Uji Coba Streaming Game Xbox dengan Iklan untuk Game Milik Pemain
Jumat / 24-07-2026, 12:25 WIB
Rahasia Berkebun di Tengah Kota dari Tani Kota Sejati-58 Kebagusan
Jumat / 24-07-2026, 12:25 WIB
5 Warna Rambut yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Wajah Jadi Fresh dan Gak Kusam
Jumat / 24-07-2026, 12:25 WIB
Pemain Keturunan Surabaya di VfB Stuttgart Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 12:19 WIB
Shin Tae-yong Blak-blakan: Persija Belum Ideal Jelang Piala Presiden 2026
Jumat / 24-07-2026, 12:19 WIB
Cara Cek Bansos Kemensos Lewat HP Pakai NIK KTP Secara Online
Jumat / 24-07-2026, 12:19 WIB
Cek Bansos PKH 2026 Tahap 3 Lewat HP Tanpa Aplikasi, Cukup Pakai NIK KTP
Jumat / 24-07-2026, 12:15 WIB
Panin Dai-ichi Life Integrasikan Layanan Prodia di Aplikasi Connect
Jumat / 24-07-2026, 12:15 WIB
30 Perusahaan China Jajaki Investasi di RI, Potensi Kerja Sama Tembus Rp35,7 Triliun
Jumat / 24-07-2026, 12:15 WIB
Sandiaga Uno Investasi di MUTU, Bidik Peluang Ekonomi Hijau
Jumat / 24-07-2026, 12:15 WIB
Ombudsman: Pelayanan Publik Komdigi Bebas Maladministrasi Dua Tahun Beruntun
Jumat / 24-07-2026, 12:15 WIB
6 Rekomendasi Gaming Earbuds Terbaik Juli 2026
Jumat / 24-07-2026, 12:14 WIB







