Konsolidasi industri penerbangan nasional memasuki babak baru. Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara mendorong penguatan ekosistem maskapai milik negara.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembentukan holding penerbangan yang dipimpin Garuda Indonesia. Pelita Air menjadi bagian dari grup tersebut.

>>> Bintang '90 Day Fiancé' Armando Rubio Harus Tinggalkan AS Saat Putrinya Pulih

Pembahasan mengenai penggabungan ini dilakukan dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi Pelita pada Kamis (23/7/2026).

Penggabungan kekuatan maskapai BUMN tidak hanya bertujuan memperbesar skala usaha. Langkah ini juga untuk membangun standar pelayanan yang unggul secara menyeluruh.

>>> Ibu Celeste Rivas Menangis di Sidang, D4vd Tetap Tenang

Standar pelayanan tersebut mencakup layanan sebelum penerbangan (pre-flight), saat penerbangan (in-flight), hingga layanan setelah penerbangan (post-flight).

Dengan bergabungnya Pelita Air ke dalam holding, diharapkan sinergi antar maskapai BUMN semakin kuat. Hal ini akan meningkatkan daya saing di industri penerbangan nasional.

>>> Pengacara D4vd Bantah Bukti Darah di Garasi dalam Sidang Pembunuhan

Konsolidasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem penerbangan yang lebih efisien dan terintegrasi.