Para ahli gizi merekomendasikan agar lansia sehat meningkatkan asupan protein menjadi 1–1,2 gram per kilogram berat badan per hari.

Untuk seseorang dengan berat 65 kilogram, targetnya adalah 65–78 gram per hari.

Waktu Makan Sama Pentingnya dengan Jumlah Total

Dr. Stéphanie Chevalier, ilmuwan di Research Institute of the McGill University Health Centre, memimpin studi tentang bagaimana distribusi protein saat makan memengaruhi kesehatan fisik lansia.

Penulis utama Dr. Samaneh Farsijani dan tim menganalisis data diet dari kohort NuAge (Nutrition as a Determinant of Successful Aging) yang melibatkan 1.741 penduduk Quebec berusia 67–84 tahun selama tiga tahun.

Para peneliti mengumpulkan enam catatan diet 24 jam per partisipan dan membandingkan pola distribusi protein dengan pengukuran tahunan kekuatan otot dan kinerja fisik.

Partisipan yang menyebar asupan protein secara merata di sarapan, makan siang, dan makan malam mempertahankan kekuatan otot lebih besar dibandingkan mereka yang mengonsumsi sebagian besar protein saat makan malam.

Studi mencatat bahwa pola distribusi waktu makan tidak menunjukkan hubungan langsung dengan perubahan mobilitas secara keseluruhan selama periode tiga tahun.

Karena banyak orang dewasa di Amerika Utara mengonsumsi sedikit protein saat sarapan dan menumpuknya di makan malam, Chevalier mencatat bahwa menyesuaikan waktu makan menawarkan strategi yang mudah dilakukan.

>>> Samsung Galaxy Z Fold 8: Berhenti Mengejar Ketipisan, Fokus pada Hal Penting

Menambahkan sumber protein pada sarapan, bahkan tanpa meningkatkan total kalori harian, dapat membantu lansia mempertahankan kekuatan otot seiring bertambahnya usia.