Aliran Angin Matahari Picu Peringatan Badai Geomagnetik di Amerika Utara
Pusat Prediksi Cuaca Antariksa NOAA memperkirakan badai geomagnetik minor G1 akan terjadi pada 21-22 Juli 2026 akibat aliran angin matahari berkecepatan tinggi yang keluar dari lubang korona besar di atmosfer Matahari.
Gangguan ini diperkirakan meningkatkan aktivitas aurora borealis, sehingga cahaya utara dapat terlihat di Kanada dan hingga 12 negara bagian Amerika Serikat.
>>> Yankees Incar Catcher di Tengah Mendekati Batas Waktu Perdagangan MLB
Menurut pemodelan surya, kecepatan angin matahari yang biasanya sekitar 325 kilometer per detik bisa berlipat ganda hingga mendekati 700 kilometer per detik.
Peningkatan ini berasal dari daerah interaksi co-rotating, yang terbentuk saat partikel energetik dari lubang korona bertabrakan dengan angin matahari yang lebih lambat di depannya.
Aktivitas geomagnetik diperkirakan mencapai puncak antara pukul 23.00 Selasa hingga 05.00 Rabu waktu EDT.
Garis pandang aurora di AS meliputi Alaska, Montana, Dakota Utara, Minnesota, Maine, serta wilayah utara Washington, Idaho, Wisconsin, Michigan, New York, Vermont, dan New Hampshire.
>>> Southwest Airlines Tambah 25 Rute Nonstop Baru Mulai Maret 2027
Pengamat di Kanada tengah dan utara, termasuk Whitehorse, Yellowknife, dan Edmonton, diproyeksikan mengalami tampilan paling intens, meskipun pengamatan bisa meluas ke lintang selatan jika terjadi aktivitas substorm.
Para ahli mencatat bahwa peristiwa lubang korona memberikan peringatan dini berhari-hari karena bukaan tersebut dapat dilacak secara visual melalui citra ultraviolet sebelum aliran plasma mencapai orbit Bumi.
Selain itu, ilmuwan memantau wilayah bintik matahari AR4491 yang sempat menghasilkan beberapa suar kuat sebelum berotasi ke piringan matahari yang terlihat, meskipun struktur magnetnya kini telah stabil menjadi konfigurasi yang lebih sederhana dan kurang aktif.
Kondisi pengamatan optimal biasanya terjadi antara pukul 22.00 dan 02.00 waktu setempat di area gelap yang menghadap utara, jauh dari polusi cahaya kota.
Fotografer yang menggunakan ponsel cerdas disarankan menonaktifkan lampu kilat kamera dan menggunakan mode malam atau pro pada tripod untuk menangkap fenomena cahaya redup ini.
Update Terbaru
Miami Heat Memimpin Perburuan LeBron James di Pasar Bebas
Rabu / 22-07-2026, 15:00 WIB
Badai Dahsyat dan Tornado Landa Tri State Area, Picu Banjir dan Pemadaman Listrik
Rabu / 22-07-2026, 15:00 WIB
Siap-Siap Panas! Baca Nano Machine Chapter 318 Sub Indo Terbaru
Rabu / 22-07-2026, 15:00 WIB
FDA Peringatkan Risiko Kontaminasi pada Obat Alergi yang Ditarik
Rabu / 22-07-2026, 14:57 WIB
Mega Millions Jackpot $707 Juta Tak Ada Pemenang, Hadiah Makin Besar
Rabu / 22-07-2026, 14:57 WIB
Monyet Terlantar Ditemukan di Bus London, Picu Kekhawatiran Perizinan Hewan Peliharaan
Rabu / 22-07-2026, 14:57 WIB
Tetra Pak Dorong Efisiensi Industri F&B Lewat Manufaktur Pintar di MIFB 2026
Rabu / 22-07-2026, 14:56 WIB
BELL Andalkan Inovasi Kain dan Layanan Kustom untuk Kejar Pertumbuhan Pendapatan 8%
Rabu / 22-07-2026, 14:56 WIB
10 Karakter Anime Psikopat Girl Paling Ikonik Sepanjang Masa
Rabu / 22-07-2026, 14:56 WIB
Alasan Mikasa Membunuh Eren di Ending Attack on Titan
Rabu / 22-07-2026, 14:56 WIB
Sinopsis dan Link Nonton Great Teacher Onizuka 2026, Sekuel Terbaru GTO
Rabu / 22-07-2026, 14:55 WIB
Link Nonton Manis Di Bibir Episode 5 dan Bocoran Sinopsisnya
Rabu / 22-07-2026, 14:55 WIB
Gubernur DKI Minta Maaf SDN Kebayoran Lama Roboh Terbengkalai 2 Tahun
Rabu / 22-07-2026, 14:55 WIB
Hayden Szeto, Pemeran Erwin di The Edge of Seventeen, Kini di Usia 40-an
Rabu / 22-07-2026, 14:50 WIB







