Matahari melepaskan 10 flare surya kelas M dan satu flare besar kelas X1.1 dalam periode 24 jam pada 1 Juli 2026.

Beberapa lontaran massa korona (CME) dilontarkan ke arah Bumi.

>>> Brandon Nakashima Hadapi Jan-Lennard Struff di Babak Kedua Wimbledon

Pusat Prediksi Cuaca Antariksa (SWPC) mengeluarkan peringatan badai geomagnetik moderat. Peringatan ini meningkatkan harapan munculnya aurora borealis di sebagian wilayah utara Amerika Serikat selama akhir pekan liburan.

Menurut laporan NASA, Solar Dynamics Observatory menangkap gambar flare X1.1 yang mencapai puncak pada pukul 16.50 ET, 30 Juni.

SWPC menyatakan bahwa ledakan energi tinggi itu berasal dari Wilayah Aktif 4479 dekat pusat piringan matahari.

Flare tersebut menyebabkan pemadaman radio sementara yang kuat di sebagian besar wilayah Bumi yang terkena sinar matahari.

>>> Michael Rubin Gelar Pesta Putih di Hamptons, Bantah Bentrok dengan Pernikahan Taylor Swift

Prakirawan cuaca antariksa mencatat bahwa rangkaian letusan yang cepat mempersulit pemodelan prediktif.

Setidaknya satu CME yang dilontarkan dari flare 30 Juni diperkirakan akan mencapai Bumi pada 3 Juli.

Fisikawan surya Tamitha Skov menulis di platform X bahwa prediksi model NOAA dan NASA belum menunjukkan semua badai.

>>> The Onion Luncurkan Parodi Infowars untuk Dukung Keluarga Sandy Hook

Skov menjelaskan bahwa letusan surya beruntun masih sulit disimulasikan. Namun, orientasi magnetik yang menguntungkan dalam badai yang datang dapat menghasilkan gangguan geomagnetik yang lebih kuat.