Para astronom mendeteksi kompleks bintik matahari raksasa yang dijuluki 3976-82 pada Februari 2025.

Sistem ini membentang lebih dari 500.000 kilometer di permukaan Matahari, atau sekitar dua kali diameter Jupiter.

>>> Saya Kira Fitbit Coach Buruk Hitung Kalori, Ternyata Saya Salah

Kompleks tersebut terdiri dari lebih dari tiga lusin inti gelap dan lima kelompok bintik matahari yang berbeda. Ukurannya diperkirakan 40 kali lebih besar dari Bumi.

Apa Itu Bintik Matahari Raksasa?

Bintik matahari bukanlah lubang fisik, melainkan daerah sementara di mana gangguan kuat medan magnet Matahari menembus permukaan.

Gangguan ini menekan konveksi, sehingga suhu permukaan turun ribuan derajat dan tampak gelap.

Biasanya bintik matahari terbentuk berpasangan kecil.

Namun, ketika beberapa daerah magnetik intens saling berdekatan, medannya bisa kusut dan menyatu, menciptakan kompleks raksasa dengan banyak inti aktif.

Medan magnet yang terpilin dalam kompleks besar menyimpan energi sangat besar.

Ketika medan itu patah dan menyelaraskan diri, terjadi semburan radiasi dahsyat yang disebut suar matahari, sering disertai lontaran massa korona (CME).

>>> Pesan Samsung Anda Akan Hilang, Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Juli

Selama sekitar sepekan di Februari 2025, kompleks ini menghadap langsung ke Bumi. Setiap letusan besar berpotensi mengirim partikel berenergi tinggi ke orbit Bumi, memicu badai geomagnetik parah.

Badai semacam itu dapat mengganggu elektronik satelit, menyebabkan pemadaman radio, dan memicu aurora di lintang rendah.

Namun, meski dipantau ketat, tidak ada suar yang mencapai klasifikasi paling parah saat menghadap Bumi.

Fenomena ini terjadi pada puncak Siklus Matahari 25, yang diperkirakan mencapai maksimum antara akhir 2024 dan awal 2026.

Kompleks 3976-82 menjadi pengingat visual betapa aktifnya Matahari selama pasang magnetiknya.

Setahun kemudian, pada awal Februari 2026, daerah aktif lain bernama AR4366 tumbuh cukup besar untuk terlihat dari Bumi tanpa teleskop.

>>> Drone Tiruan Lebah Terbang 600 Meter Tanpa GPS, Kembali Sendiri

Daerah itu melepaskan lebih dari 20 suar kelas M dan X.