Pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu, membuat pernyataan mengejutkan jelang laga fase gugur Piala Dunia 2026 melawan Brasil.

Moriyasu menyebut Argentina sebagai tim terbaik di turnamen, bahkan di atas calon lawannya, Brasil.

>>> Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam

Pernyataan itu disampaikan usai Jepang bermain imbang dengan Swedia dan memastikan diri lolos sebagai runner-up grup.

Hasil tersebut membuat Samurai Biru akan menghadapi Timnas Brasil di babak selanjutnya.

“Saya akan menutup mata dan berharap tidak ada jurnalis dari negara lain di sini. Tapi saya katakan Argentina, yang merupakan juara bertahan dan masih bermain sangat baik.

Namun saya minta maaf kepada Brasil,” ujar Moriyasu dikutip dari TycSport.

Kemenangan 2-0 atas Austria memastikan Argentina melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Ucapan tersebut langsung menarik perhatian karena Brasil dikenal sebagai salah satu favorit juara.

Moriyasu pun segera meluruskan pernyataannya dengan tetap memberikan respek tinggi kepada tim Samba.

Pelatih yang menangani Jepang sejak 2018 itu juga melontarkan pujian besar kepada pelatih Brasil, Carlo Ancelotti.

Moriyasu mengaku mengagumi pencapaian sang pelatih yang sukses di berbagai liga top Eropa.

>>> Link Live Streaming Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026

“Saya sangat mengagumi Ancelotti. Ia sukses di Liga Champions dan lima liga besar.

Saya tidak akan pernah bisa mencapai levelnya,” kata Moriyasu.

Meski penuh respek, Moriyasu tetap menunjukkan optimisme menghadapi laga krusial tersebut.

Moriyasu menilai Jepang memiliki peluang untuk menciptakan kejutan dan melaju ke babak berikutnya.

“Ini akan menjadi pengalaman luar biasa. Brasil memang sempurna, tapi kami percaya punya peluang untuk menang dan lolos,” ujarnya.

Moriyasu juga menyinggung perubahan kekuatan Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

Moriyasu menilai timnya kini tidak lagi bisa dianggap sebagai lawan mudah oleh Brasil.

“Dulu Jepang dianggap lawan yang mudah. Tapi di laga uji coba terakhir, kami membuktikan itu tidak lagi benar.

>>> Cerita Warga Tasikmalaya Bertahan Hidup dari Air Masjid Saat Kemarau

Kami menghormati Brasil, tapi kami juga punya peluang,” tegasnya.