Aktivitas matahari yang meningkat tajam memicu gangguan komunikasi radio di wilayah Asia Timur dan Samudra Pasifik. Dua suar matahari berkekuatan besar terjadi dalam waktu kurang dari tujuh jam.

Gelombang radiasi ekstrem berasal dari bintik matahari aktif AR4419 di sisi barat matahari.

>>> Strava Perbarui Fitur Latihan Kekuatan dengan Peta Otot dan Integrasi 14 Mitra

Ledakan ini terdeteksi pada Senin (25/5) dan tercatat sebagai suar matahari paling kuat dalam 78 hari terakhir.

Radiasi intens langsung mengionisasi lapisan ionosfer di atmosfer atas Bumi yang menghadap matahari. Akibatnya, gelombang radio frekuensi tinggi melemah dan terdistorsi.

Dampak interferensi pertama melanda Australia dan Samudra Pasifik. Ledakan kedua berdampak signifikan pada wilayah Asia Timur.

>>> Membangun Digital Trust: Sinergi AI, Keamanan Siber, dan UU PDP

Para ahli cuaca antariksa kini memodelkan jalur lontaran massa korona (CME) yang menyertai ledakan.

CME berupa plasma dan medan magnet berpotensi memicu badai geomagnetik jika menyentuh medan magnet Bumi.

Meskipun bintik AR4419 berada di tepi barat dan tidak menghadap langsung ke Bumi, rembesan material tetap berbahaya. Otoritas mengimbau kewaspadaan terhadap stabilitas jaringan navigasi dan komunikasi satelit.

>>> The Mandalorian and Grogu Kuasai Box Office dengan Debut US$82 Juta

Fenomena ini juga membawa dampak positif berupa aurora yang lebih terang di beberapa wilayah.