Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan pengondisian audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di sejumlah daerah, tidak hanya di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan temuan itu berasal dari hasil penggeledahan kasus dugaan suap atas temuan BPK terhadap pengadaan di Pemkab Muara Enim.

>>> Cedera Mauro Zijlstra, Herdman Siapkan Opsi Lain untuk Piala AFF 2026

Dalam kasus tersebut, terdapat dugaan permainan audit dari opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Kemudian untuk kegiatan BPK di pemeriksaan yang lain, tentunya karena memang hasil penggeledahan-penggeledahan yang ditemukan oleh tim penyidik itu di kantor perwakilan, artinya tim juga menemukan kegiatan yang sama selain di Muara Enim," ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/7) malam.

Tim penyidik saat ini masih mendalami apakah ada unsur pidana di balik temuan audit BPK untuk daerah lainnya.

"Nanti kita akan update apabila memang ada pengembangan penyidikan," ucap Taufik.

Dalam kasus Muara Enim, KPK telah menggeledah rumah Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi di Cipete, Jakarta Selatan, pada 13-14 Juli 2026.

Penyidik menyita Barang Bukti Elektronik (BBE) yang diduga berkaitan dengan perkara.

Bobby juga telah diperiksa sebagai saksi pada Kamis, 16 Juli 2026.

>>> Ole Romeny Berpotensi Duet dengan Mohamed Ihattaren di Fortuna Sittard

Sebelumnya, KPK menggeledah kantor BPK Sumatera Selatan.

Barang bukti yang disita meliputi dokumen kertas kerja pemeriksaan, dokumen perubahan temuan WDP menjadi WTP khusus untuk Pemkab Muara Enim.

Selain itu, ada dokumen terkait upaya perubahan setelah adanya tangkap tangan KPK, serta petunjuk dugaan intervensi dari BPK Pusat untuk mengubah hasil temuan.

KPK telah memproses hukum lima orang sebagai tersangka dan melakukan penahanan di Rutan.

Tiga orang diduga sebagai pemberi suap, yaitu Bupati Muara Enim periode 2025-2030 Edison, serta pihak PT Millenium Solusi Abadi (MSA) Cory Erin Hardi dan Fika.

Dua lainnya diduga sebagai penerima suap, yaitu ASN BPK Titin Rita Lestari dan Augusz Dewanggara alias Angga selaku pihak swasta.

>>> Polres Bogor Sita Jutaan Obat Keras dan Ungkap Narkoba 'Pod Getar'

Angga disebut merupakan orang dekat Bobby. KPK tengah mendalami hubungan keduanya.