DJP Bisa Intip Rekening Keluarga, Seberapa Ampuh Geber Setoran Pajak?
Efektivitas Dongkrak Penerimaan
Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai SE-9/PJ/2026 berpotensi memperkuat penerimaan negara karena memberi DJP akses lebih luas untuk menguji kesesuaian antara penghasilan, kekayaan, saldo rekening, aset kripto, hingga kewajiban pajak yang dilaporkan wajib pajak.
Namun, ia mengingatkan efektivitas kebijakan itu bergantung pada kualitas analisis petugas, bukan sekadar akses terhadap data keuangan.
Menurutnya, pengawasan sebaiknya difokuskan kepada wajib pajak berisiko tinggi, kelompok berkekayaan besar, grup usaha, pemilik manfaat (beneficial owner), transaksi afiliasi, maupun aset yang belum tercantum dalam Surat Pemberitahuan (SPT).
Ia mengingatkan data rekening tidak otomatis membuktikan adanya penghasilan yang belum dipajaki, karena transaksi bisa berasal dari pinjaman, warisan, penjualan aset, maupun perpindahan antarrekening.
"Efektivitas kebijakan karena itu bergantung pada kualitas analisis dan kemampuan petugas memahami substansi ekonomi transaksi," katanya.
Syafruddin memperkirakan respons wajib pajak akan beragam. Wajib pajak yang patuh akan melihat aturan tersebut sebagai langkah menuju sistem perpajakan yang lebih adil.
Sebaliknya, sebagian akan menganggapnya intimidatif apabila permintaan data dilakukan tanpa penjelasan yang memadai.
"Kesan intimidatif akan muncul bila DJP meminta data secara luas tanpa menjelaskan risiko, periode pajak, jenis ketidaksesuaian, dan alasan pemilihan wajib pajak," ujarnya.
Karena itu, ia menilai permintaan data harus dilakukan secara selektif dengan analisis yang terdokumentasi, serta memberi ruang bagi wajib pajak untuk memberikan klarifikasi.
Perlindungan Data Pribadi
Syafruddin berpendapat perluasan akses informasi keuangan harus tetap diimbangi perlindungan data pribadi.
Negara memang berhak memperoleh informasi untuk mengawasi kepatuhan pajak, tetapi setiap akses itu didasarkan pada prinsip kebutuhan, relevansi, proporsionalitas, dan akuntabilitas.
"Pengawasan yang kuat tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan hak privasi, selama setiap akses memiliki tujuan yang sah, ruang lingkup yang terukur, dan pejabat yang dapat dimintai pertanggungjawaban," katanya.
Update Terbaru
Vivienne Jolie Ajukan Permohonan Hapus Nama Brad Pitt, Ini Alasannya
Rabu / 22-07-2026, 14:21 WIB
Gaya Jennifer Coppen Ultah ke-25 Usai Jadi Istri, Anggun Pakai Dress Putih
Rabu / 22-07-2026, 14:21 WIB
Petunjuk Baru iPhone Ultra Muncul di iOS 27 Beta
Rabu / 22-07-2026, 14:20 WIB
Infinity Ward Janjikan Perubahan Progresi Senjata di Call of Duty: Modern Warfare 4
Rabu / 22-07-2026, 14:07 WIB
Nintendo Tolak Tuntutan Kelas Atas Kenaikan Harga Konsol Akibat Tarif
Rabu / 22-07-2026, 14:07 WIB
Stellar Blade untuk Switch 2 Dapat Rating ESRB, Isyaratkan Rilis Segera
Rabu / 22-07-2026, 14:05 WIB
Teori Penggemar: Steve Rogers di Trailer Avengers: Doomsday Adalah Hydra Cap
Rabu / 22-07-2026, 14:05 WIB
Desain HERBIE di Avengers: Doomsday Berubah, Penggemar Kecewa
Rabu / 22-07-2026, 14:05 WIB
Duel Sedarah Satu Ekosistem! POCO X8 Pro vs Xiaomi 17T: Spek Monster, Harga Bikin Galau Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 14:04 WIB
Final Fantasy 14: Absolute Virtue Dihancurkan Shantotto di Cutscene Raid Baru
Rabu / 22-07-2026, 14:01 WIB
Fallout 3 Remaster Dikonfirmasi, Penggemar Berharap Hadir di Switch 2
Rabu / 22-07-2026, 14:01 WIB
The Witcher 3: Songs of the Past Akan Diungkap Bulan Depan
Rabu / 22-07-2026, 14:01 WIB







