Bupati Cilacap

Pada pertengahan Maret 2026, KPK menangkap 27 orang, termasuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, atas dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya.

Bupati Auliya dan Sekda Sadmoko Danardono ditetapkan sebagai tersangka. KPK menduga mereka meminta setoran hingga Rp750 juta dari perangkat daerah untuk THR.

>>> IHSG Menguat 1,41% ke 6.319 pada Sesi I, 387 Saham Hijau

Bupati Tulungagung

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya Dwi Yoga Ambal ditangkap dalam OTT pada 10 April 2026. Kasus ini terkait dugaan pemerasan tahun 2025-2026.

Modus yang digunakan adalah surat pernyataan mundur dari jabatan dan ASN yang dibuat tanpa tanggal untuk mengikat bawahan.

Bupati Muara Enim

Pada 8 Juni 2026, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Muara Enim Edison dan sembilan orang lainnya. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi.

KPK mengamankan uang Rp2 miliar sebagai barang bukti. Tersangka lainnya termasuk Sekretaris Dinas Pendidikan Abi Nurwardani dan pihak swasta.

Bupati Kuansing

Pada akhir Juni 2026, KPK menggelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi. Sepuluh orang ditangkap, dan barang bukti berupa mobil serta transaksi keuangan diamankan.

Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain menyerahkan diri setelah diimbau KPK. Mereka ditetapkan sebagai tersangka kasus suap jabatan.

Bupati Langkat

Pada Juli 2026, KPK menangkap tujuh orang di Kabupaten Langkat, termasuk Bupati Syah Afandin. Barang bukti berupa uang ratusan juta rupiah ditemukan.

Syah Afandin dan tim suksesnya Yaqub Abdhal Al Mu'arif ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek tahun 2025-2026. KPK juga menemukan gratifikasi Rp3,5 miliar.

Bupati Sukoharjo

Pada 9 Juli 2026, KPK menangkap 18 orang, termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dalam OTT terkait dugaan pemerasan.

Etik bersama Kepala BPKAD Richard Tri Handoko dan Kepala Bagian Umum Tri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka.

Barang bukti yang diamankan mencapai Rp6,4 miliar tunai dan logam mulia 2,5 kg.

Bupati Lombok Barat

Pada 20 Juli 2026, KPK menangkap 19 orang di Lombok Barat. Tujuh orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk Bupati Lalu Ahmad Zaini.

>>> Polisi Duga Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sudah Tak di Jakarta

Selain bupati, turut diperiksa Direktur Utama PDAM Giri Menang, Kepala Dinas PUPRPKP, dan pihak swasta. Proses hukum masih berjalan.