Hasto PDIP: Ancaman Otoritarianisme Kini Hadir dalam Bentuk Berbeda
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya bisa terjaga jika seluruh proses politik berlangsung bebas, jujur, adil, dan tanpa intervensi kekuasaan.
Pernyataan itu disampaikan Hasto sebelum menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Pangi Syarwi di FISIP Unair.
>>> Penjualan Tembus Rp1 Triliun, Laba Bersih Fore Kopi Naik 34%
Menurut Hasto, forum akademik memiliki posisi strategis untuk menguji fenomena politik secara objektif dan ilmiah.
"Demokrasi yang sehat membutuhkan institusi politik yang kuat, partai yang terlembaga, serta pemilu tanpa intervensi negara maupun penyalahgunaan kekuasaan," ujar Hasto.
Ia menambahkan, pemilu tidak boleh diarahkan untuk mempertahankan kepentingan kekuasaan karena hakikatnya adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat.
Hasto menilai demokrasi akan rapuh jika proses politik terlalu bergantung pada figur, kekuatan modal, mobilisasi aparatur, atau campur tangan negara.
"Ketika negara ikut campur terlalu jauh dalam kompetisi politik, yang rusak bukan hanya satu partai, melainkan kepercayaan rakyat terhadap demokrasi," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengaitkan netralitas negara dengan peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli) yang akan diperingati PDIP.
>>> Trump Minta FIFA Segera Tunjuk AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi
Menurutnya, peristiwa sejarah itu menjadi pelajaran tentang dampak buruk campur tangan negara terhadap kebebasan berserikat dan independensi partai politik.
Hasto mengingatkan bahwa ancaman otoritarianisme masa kini bisa hadir dalam wujud berbeda dari masa lalu.
"Otoritarianisme hari ini tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan terbuka.
Ia dapat muncul melalui pembatasan ruang kritik, pelemahan masyarakat sipil, penggunaan hukum secara selektif, kontrol terhadap ruang publik, hingga penyempitan kebebasan berekspresi," tuturnya.
Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat, kebebasan pers, dan kebebasan akademik merupakan fondasi utama yang harus dijaga.
>>> Hari Ini Terakhir Daftar Wellnest Festival Vol 2 2026, Jangan Terlewat
Stabilitas politik yang dibangun dengan membungkam suara kritis, menurut Hasto, bukanlah cerminan stabilitas yang demokratis.
Update Terbaru
Paket Bundling Internet Rumah dan Ponsel Mint Mobile Hanya $45/Bulan
Selasa / 21-07-2026, 07:58 WIB
Polisi Chicago Tahu Video Tamparan Suporter Cubs Saat Lagu Kebangsaan
Selasa / 21-07-2026, 07:42 WIB
Jenazah Nolan Wells Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Terakhir Dilihat
Selasa / 21-07-2026, 07:38 WIB
D4vd Minta Borgol Dilepas Saat Sidang Pendahuluan
Selasa / 21-07-2026, 07:38 WIB
Argentina Runner Up Piala Dunia 2026, Lionel Messi: Rasa Sakitnya Sesakit Itu!
Selasa / 21-07-2026, 07:38 WIB
Jennie BLACKPINK Rilis Single Solo Baru "Less than a Lover"
Selasa / 21-07-2026, 07:35 WIB
Harga Bensin Kembali Tembus $4 Per Galon Akibat Konflik Iran
Selasa / 21-07-2026, 07:35 WIB
PM Hungaria Tunjuk Grandmaster Catur Judit Polgar sebagai Plt Presiden
Selasa / 21-07-2026, 07:35 WIB
Prabowo Akui Baru Sadar Besarnya Persoalan Indonesia Setelah Jadi Presiden
Selasa / 21-07-2026, 07:35 WIB
Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Harta Tembus Rp3,29 Miliar
Selasa / 21-07-2026, 07:35 WIB
Kubu Ruben Onsu Pertanyakan Sikap Gio yang Tak Kunjung Minta Maaf
Selasa / 21-07-2026, 07:35 WIB
Prabowo: Peradaban Bisa Punah Tanpa Pangan
Selasa / 21-07-2026, 07:35 WIB
Dareu Luncurkan Mouse Gaming Ringan AE6 V2 Legend Edition dengan Sensor PixArt Kustom
Selasa / 21-07-2026, 07:33 WIB
Viral Pria Bawa Proposal Pernikahan Formal saat Temui Ortu Pacar di Makassar
Selasa / 21-07-2026, 07:33 WIB







