Kupang, CNN Indonesia -- Dua dari tiga korban tewas akibat bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur telah dimakamkan pada Sabtu (18/7).

Kedua korban yang telah dimakamkan adalah Nayamudin Iskandar (21) warga Desa Waiburak dan Petrus Kopong Epit warga Desa Narasaosina.

>>> 4 Shio Paling Beruntung 19 Juli 2026: Rezeki Mengalir Lebar

Hal itu dikonfirmasi Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina saat dihubungi CNNIndonesia. com, Sabtu (18/7) malam.

"Sudah dua korban (meninggal) yang dimakamkan oleh keluarga pada hari ini," ujarnya.

Satu korban lainnya bernama Hope (60) warga Desa Narasaosina rencananya akan dimakamkan pada Minggu (19/7).

Jenazah Hope sempat terhalang saat akan dievakuasi karena ratusan massa.

Setelah Forkopimda dan aparat melakukan pendekatan, jenazah berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Adonara Timur dan diserahkan ke keluarga.

>>> 15 Manfaat Kopi untuk Kesehatan yang Didukung Penelitian

Situasi keamanan di lokasi bentrokan kini sudah kondusif. Namun, ratusan aparat TNI/Polri masih disiagakan untuk mengantisipasi bentrokan susulan.

Tiga pos pengamanan didirikan di Pos Susteran, Pos Dusun Bele Desa Waiburak, dan Pos Desa Narasaosina.

Bentrokan yang terjadi Sabtu (18/7) pagi sekitar pukul 06.30 WITA itu menewaskan tiga orang, membakar 20 rumah, dan melukai tujuh orang.

Dari tujuh korban luka, dua dirujuk ke RSUD Larantuka dan dua lainnya dievakuasi ke Lewoleba, Kabupaten Lembata.

>>> 5 Game Penghasil Saldo Dana dan GoPay Gratis Tanpa Deposit Juli 2026

Polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak.