Dua personel militer Amerika Serikat tewas dalam serangan Iran terhadap sebuah pangkalan di Yordania pada Jumat, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM).

Seorang personel ketiga dilaporkan hilang, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.

>>> AI Generatif 2026: Transformasi Industri Indonesia

CENTCOM menyatakan bahwa keempat korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit di Yordania dan kini sudah diperbolehkan pulang.

Serangan ini merupakan bagian dari gelombang serangan drone dan rudal balistik Iran terhadap posisi-posisi Amerika di Timur Tengah, seiring dengan meningkatnya kembali pertempuran di kawasan tersebut.

CENTCOM tidak menyebutkan pangkalan mana yang menjadi sasaran. Namun, media Iran melaporkan bahwa pasukan mereka menargetkan Pangkalan Al-Azraq di Yordania.

Militer AS juga belum mengidentifikasi para prajurit yang tewas, sesuai kebijakan untuk menahan nama hingga 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarga.

Sejumlah personel lainnya juga menjalani pemeriksaan untuk cedera ringan.

>>> 5 Tren Artificial Intelligence 2026 yang Wajib Diketahui Pelaku Bisnis

Sejak pertempuran kembali pecah pekan lalu, Iran telah menargetkan pasukan AS di pangkalan-pangkalan di Yordania, Kuwait, Oman, dan negara-negara lain, terutama di Teluk Persia.

Kematian pada Jumat ini menjadikan jumlah personel AS yang tewas dalam perang tersebut menjadi 16 orang. Sebelumnya, 13 prajurit tewas pada pekan-pekan pertama pertempuran di bulan Maret.

Enam orang tewas dalam serangan di Kuwait, sementara seorang prajurit meninggal karena luka yang diderita beberapa hari sebelumnya dalam serangan di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.

Enam penerbang tewas dalam kecelakaan KC-135 di Irak.

Jumlah korban tewas bertambah bulan ini ketika komandan Skuadron Tempur Helikopter Laut 5 tewas dalam kecelakaan helikopter di Laut Arab.

>>> Prancis vs Inggris Perebutkan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026

Lebih dari 400 prajurit telah terluka dalam berbagai insiden sejak konflik dimulai.