Dua dari tujuh korban luka akibat bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Mereka dirawat di RSUD Larantuka dan RSUD Lewoleba, Lembata. Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina, menyampaikan hal tersebut pada Minggu (19/7).

>>> Viral Teror Tetangga Rusak Pagar di Depok, Polisi Selidiki

Bentrokan terjadi pada Sabtu (18/7) pagi antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasasosina dan Desa Waiburak. Tujuh orang mengalami luka-luka dalam insiden itu.

Empat korban luka dirujuk ke RSUD Larantuka dan kemudian dievakuasi ke Lewoleba. Tiga korban lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Pratama Adonara.

Dua korban yang masih dirawat adalah Purnama (19) di RSUD Lewoleba dan Anwar Sabon di RSUD Larantuka. Kondisi keduanya telah stabil.

Ketut Mastina menjelaskan, dari empat korban yang sempat dirawat, kini tinggal dua orang. Dua lainnya sudah pulang.

Tiga korban tewas dalam bentrokan tersebut telah dimakamkan.

Nayamudin Iskandar (21) dan Petrus Kopong Epit dimakamkan pada Sabtu (18/7), sedangkan Hope (60) dimakamkan pada Minggu (19/7) pagi.

>>> Anak Sekolah Kerala Diliburkan untuk Nobar Messi di Final Piala Dunia

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengatakan pengamanan diperketat dengan tambahan personel Brimob.

Sebanyak 34 personel dari Kompi 4 Batalyon B Maumere dan 100 personel dari Polda NTT dikerahkan.

Total lebih dari seratus anggota Brimob telah tiba di Adonara. Mereka bertugas bersama Polres Flores Timur, Polsek Adonara Timur, serta TNI dari Kodim 1624 dan Koramil setempat.

Adhitya mengklaim situasi keamanan di lokasi bentrokan sudah kondusif hingga sore hari.

Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 06.30 Wita itu mengakibatkan tiga orang tewas, 20 rumah dibakar, dan tujuh orang luka-luka.

>>> FIFA Pastikan Durasi Halftime Show Final Piala Dunia 2026 Hanya 17 Menit

Polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan.