Kupang, CNN Indonesia — Semua jenazah korban bentrokan berdarah di Adonara Timur, Flores Timur, NTT berhasil dievakuasi pada Sabtu (18/7).

Satu jenazah yang sempat tergeletak di jalan raya akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Pratama Adonara.

>>> Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Messi

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengonfirmasi hal tersebut.

Ia mengatakan korban sudah dibawa ke kamar jenazah untuk diidentifikasi dan visum et repertum (VER) setelah negosiasi dengan Forkopimda dan para tokoh masyarakat.

"Jenazah sudah (berhasil) dibawa ke Rumah Sakit Pratama," kata Adhitya dikonfirmasi CNNIndonesia. com, Sabtu (18/7) sore.

Jenazah itu merupakan laki-laki berusia sekitar 60 tahun, warga Desa Narasaosina. Diduga meninggal akibat dibacok saat bentrokan antara dua kelompok pemuda pada Sabtu pagi.

"Saat ini masih menunggu peti jenazah untuk membawa dan menyerahkan jenazah ke keluarga oleh Forkopimda," ujarnya.

Bentrokan antara dua kelompok pemuda dari Dusun Lewonara Desa Narasosina dan Dusun Bele Desa Waeburak, Kecamatan Adonara Timur menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Adhitya menyebutkan tiga korban meninggal masing-masing adalah dua warga Desa Narasaosina dan satu warga Desa Waeburak.

Dari tiga korban tersebut, dua korban telah bersama keluarga masing-masing, yakni satu dari Desa Narasaosina dan satu korban lagi warga Desa Waeburak.

>>> Iran Serang Pembangkit Listrik dan Air Kuwait sebagai Balasan ke AS

Satu jenazah korban yang meninggal akibat dibacok hingga pukul 14.00 WITA sempat masih tergeletak di jalan raya Waiburak tepatnya di depan Mesjid Waiburak.

Massa menghalangi evakuasi meski tenaga medis dan mobil ambulans telah berada di lokasi.

Setelah dilakukan negosiasi, massa akhirnya mengizinkan jenazah dibawa ke rumah sakit.

Situasi di lokasi bentrokan sudah berangsur pulih. Massa mulai kembali ke rumah masing-masing.

Namun, puluhan aparat keamanan dari TNI dan Polri bersenjata lengkap masih berjaga di lokasi.

Komandan Satuan Brimob Polda NTT, Kombes Afrizal Asri mengatakan ada 32 personel Brimob dari Maumere yang sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi bentrokan.

"Ada 32 orang yang sedang digeser ke Adonara," kata Afrizal dihubungi Sabtu sore.

>>> Prabowo Bangga TNI Pakai Jip Maung Meski Lebih Mahal dari Impor

Hingga kini, penyebab bentrokan masih diselidiki.