Serangan Udara AS di Iran

Serangan udara AS menghantam pembangkit listrik dan desalinasi di provinsi Hormozgan, Iran selatan. Serangan tersebut mengenai Bonji, sebuah desa di pantai Iran di Selat Hormuz.

Sehari sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan AS menyerang jalan raya dan jembatan kereta api yang bertujuan memutus akses ke Bandar Abbas, pelabuhan utama Iran.

Iran mengakui serangan terhadap infrastruktur listrik untuk pertama kalinya pada Jumat. Kementerian Energi Iran meminta masyarakat mengurangi penggunaan listrik di provinsi selatan yang mengalami panas ekstrem.

Otoritas Iran mengatakan setidaknya 46 orang tewas dan lebih dari 400 terluka dalam serangan AS baru-baru ini. Delapan orang tewas dalam serangan di sebuah jembatan pada Jumat.

AS mengakui 13 anggota militer tambahan terluka sejak Senin, terdiri dari 10 tentara Angkatan Darat dan tiga Angkatan Laut.

Sejak perang dimulai, 14 personel AS tewas dan 427 terluka.

Iran menegaskan Selat Hormuz harus berada di bawah kendali penuhnya dan kapal-kapal harus membayar biaya kepada Teheran.

Trump mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan Iran untuk memaksa Iran melonggarkan cengkeramannya di selat tersebut.

AS juga memberlakukan kembali blokade angkatan laut di pelabuhan Iran untuk menghentikan pengiriman minyak mentah. Menurut MarineTraffic.

>>> Apple dan Google Didesak Hapus Aplikasi Nudify, Diduga Raup Untung dari Deepfake

com, jumlah kapal yang melintasi selat tersebut turun ke level terendah dalam tiga minggu, hanya delapan kapal pada Kamis.