Iran bersiap meluncurkan serangan besar-besaran di kawasan Timur Tengah jika Amerika Serikat terus melakukan serangan ke wilayahnya.

Penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, mengatakan Teheran siap melanjutkan "operasi ofensif skala penuh" jika serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi.

>>> Anak SD Boyolali Temukan Celah Keamanan di Domain Publik NASA

"Iran tidak akan lagi membatasi diri pada respons balasan yang setara, dan tidak ada perbatasan politik yang akan aman," kata Mohsen Rezaei, dilaporkan kantor berita Iran IRIB, dikutip dari AFP.

Pernyataan itu disampaikan di tengah operasi militer Iran yang menggempur sejumlah fasilitas penting di negara-negara Teluk, sebagai balasan atas serangan AS di fasilitas vital Teheran.

Salah satu sasaran Iran adalah pembangkit listrik dan pabrik desalinasi Kuwait, setelah fasilitas desalinasi air laut Iran digempur AS.

>>> Matty Healy dan Gabbriette Bechtel Berciuman di Gladi Resik Pernikahan

Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait pada Sabtu (18/7) menyatakan terjadi kebakaran di salah satu komponen pembangkit listrik dan pabrik desalinasi mereka pasca serangan terbaru Iran.

"Hal ini memerlukan tindakan operasional pencegahan, yang terdiri dari pemutusan sejumlah unit pembangkit untuk menjaga keselamatan pabrik dan para pekerja, serta untuk memastikan stabilitas jaringan listrik," demikian pernyataan kementerian, seperti dikutip Al Jazeera.

Kuwait memastikan jaringan listrik dan air tetap beroperasi karena kementerian mengaktifkan skema darurat.

>>> Studi Ungkap Fandom Musik Bantu Gen Z Jaga Kesehatan Mental

"Kementerian menegaskan bahwa semua rencana operasional dan darurat diaktifkan segera setelah terjadinya insiden, memastikan keberlanjutan dan stabilitas jaringan listrik dan air serta membatasi dampak potensial pada layanan dengan pemantauan teknis dan operasional yang terus berlanjut sepanjang waktu," bunyi pernyataan kementerian.