Film terbaru Stephen Chow, Kung Fu Soccer, menuai kecaman keras dari Korea Selatan.

Film ini dinilai mengejek dan menyudutkan tim nasional sepak bola putri Korea Selatan dalam sejumlah adegannya.

>>> Mantan ART Gugat Erin Rp1 Miliar, Klaim Trauma dan Barang Ditahan

Kontroversi dipicu oleh adegan yang menampilkan tim sepak bola wanita Korea bernama Ewha Women's Soccer Team. Nama itu dinilai secara langsung merujuk pada Ewha Womans University di Seoul.

Dalam pertandingan melawan kelompok tokoh utama, tim asal Korea tersebut digambarkan terus melakukan pelanggaran berat dan taktik licik.

Beberapa bagian itu juga muncul dalam trailer.

Penggambaran stereotipe negatif juga terlihat saat para pemain Korea memakai lensa kontak bulat besar dan terlalu terobsesi dengan make-up saat bertanding.

Dialog bahasa Korea sengaja dibuat dengan gaya canggung dan berlebihan.

>>> Daftar Artis yang Akan Tampil di Final Piala Dunia 2026

Profesor Seo Kyung-duk dari Sungshin Women's University di Seoul melayangkan kritik tajam. Ia menegaskan bahwa penggambaran buruk semacam itu dapat memperkuat kesalahpahaman publik global terhadap kebudayaan Korea.

Seo juga mengaitkan insiden ini dengan kasus serupa pada Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Saat itu, film pendek Fly!

Light on the Ice juga menggambarkan atlet Korea berulang kali melakukan pelanggaran.

Atas dasar kekhawatiran tersebut, Seo mendesak tim produksi Kung Fu Soccer untuk segera mengoreksi adegan-adegan kontroversial. Ia meminta perbaikan dilakukan sebelum film resmi didistribusikan ke pasar internasional.

Gelombang protes ini membayangi kesuksesan komersial sekuel dari Shaolin Soccer (2001) tersebut. Sejak dirilis di China pada 11 Juli lalu, film ini tampil perkasa di box office.

>>> Monster dalam The Odyssey: Polyphemus, Siren, Scylla, dan Laestrygonians

Media lokal China mencatat Kung Fu Soccer meraup pendapatan fantastis melampaui 600 juta yuan atau sekitar Rp1,3 triliun hanya dalam tiga hari penayangan.