"Setiap kali saya di sana, itu adalah serangan terus-menerus dari dia yang mendekati saya, meraba saya, meraih saya, mencium wajah saya, menyentuh rambut saya, mencoba membuat saya terlibat dalam aktivitas intim dengannya," kata Patricia.

Salah satu pengacara pembela Khan, Sareta Ashraph, membantah kesaksian yang disiarkan dan menegaskan bahwa kliennya membantah semua tuduhan.

"Gambaran bukti secara lengkap melukiskan gambaran yang sangat berbeda dari apa yang disajikan di sini hari ini," kata Ashraph.

Ashraph menduga waktu siaran itu dihitung untuk mempengaruhi negara-negara anggota menjelang pemungutan suara mengenai posisi Khan.

"Keterlibatan media ini terjadi seminggu sebelum pemungutan suara pada 24 Juli.

Bukti yang disajikan sudah ada di hadapan negara-negara anggota bersama dengan sejumlah besar informasi relevan lainnya yang tidak disajikan di program ini [CNN]," ujar Ashraph.

>>> Investasi Saham AS vs Reksadana: Mana yang Lebih Untung di 2026?

Komite eksekutif ICC memberhentikan Khan bulan lalu dan menyerahkan masa depannya kepada 125 negara anggota yang dijadwalkan memberikan suara tentang pemecatannya minggu depan di New York.