Proyek dengan investasi hampir Rp390 triliun tersebut ditargetkan memproduksi sekitar 9,5 juta metrik ton LNG per tahun dan 35.000 barel kondensat per hari guna mendukung peningkatan lifting migas nasional.

Pemerintah juga menetapkan sedikitnya 60% produksi gas dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik guna mendukung hilirisasi industri dan ketahanan energi.

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan melalui Masela Production Sharing Contract (PSC) yang dioperatori Inpex Masela Ltd. dengan kepemilikan 65% participating interest (PI).

Sementara itu, PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) menguasai 20% PI dan Petronas Masela Sdn. Bhd.

memiliki 15% PI.

>>> Messi Beberkan Rahasia Spanyol, Pengalaman di Barcelona Jadi Modal Argentina di Final Piala Dunia 2026

"Mari kita jaga investasi ini. Kalau investasi ini berjalan dengan baik, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat Maluku dan bangsa Indonesia," tutup Bahlil.