"Tentu ke depan Indonesia akan mampu untuk meningkatkan ekspornya. Kalau ekspor kita kuat, maka rupiah kita bisa stabil," ujar Airlangga.

Bagi PTFI, hilirisasi tidak hanya berfungsi memperpanjang rantai nilai industri pertambangan, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun ekosistem industri berbasis tembaga di dalam negeri.

Ketersediaan katoda tembaga domestik dinilai dapat memenuhi kebutuhan industri manufaktur, mulai dari komponen kendaraan listrik, kabel, hingga berbagai produk turunan lainnya.

>>> Scaloni: Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui penerapan prinsip ESG di berbagai lini operasional perusahaan.

Direktur & Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma mengatakan beroperasinya smelter baru akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama katoda tembaga dunia di tengah proyeksi kenaikan permintaan global.

"Hal ini akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam supply tembaga secara global, di saat demand tembaga yang akan diprediksi terus meningkat," kata Claus.

Pada aspek lingkungan, PTFI menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 30 persen pada 2030.

Target tersebut didukung melalui pengoperasian kereta listrik di tambang bawah tanah serta program penanaman mangrove seluas 100 hektare setiap tahun.

Sementara pada aspek sosial, perusahaan menjalankan berbagai program pendidikan melalui pemberian beasiswa, pembangunan sekolah, serta pelatihan guru.

Di sektor kesehatan, PTFI menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tujuh suku di Papua, sekaligus membangun fasilitas kesehatan dan menjalankan program kesehatan masyarakat.

Perusahaan juga memberikan dukungan kepada pelaku UMKM melalui akses pasar dan pelatihan keterampilan guna meningkatkan kapasitas usaha.

Di bidang infrastruktur, PTFI turut berkontribusi dalam pembangunan jalan, jembatan, serta berbagai fasilitas umum untuk menunjang mobilitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ke depan, keseimbangan antara produktivitas, efisiensi energi, pengurangan emisi, dan peningkatan nilai tambah diperkirakan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing industri pertambangan nasional.

>>> Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil

Melalui hilirisasi dan penerapan prinsip keberlanjutan, PTFI berharap dapat menjaga keberlangsungan operasional perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pengembangan industri mineral Indonesia.